Melawan Api, Melindungi Warga

29 October 2026 12:00

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diintensifkan di berbagai daerah di Indonesia. Ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, hingga relawan masyarakat berjibaku menjinakkan titik api yang tersebar di wilayah rawan bencana.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terpadu, dan menyeluruh. Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran yang dinilainya mencerminkan semangat gotong royong.

"Terima kasih semuanya. Ini kerja sama tim (teamwork). TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur sipil semuanya bergerak. Ini yang kita inginkan, kita harus menghormati kerja keras ini," tegas Presiden Prabowo dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Oktober 2026, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman dan pendinginan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat serta didukung pengeboman air (water bombing) lewat udara.

Kendati operasi pemadaman skala besar terus berjalan, petugas di lapangan menghadapi medan yang terjal, keterbatasan pasokan air, serta asap tebal yang membatasi jarak pandang. Di Kalimantan Tengah, misalnya, jarak pandang yang minim sempat menghambat helikopter pemadam beroperasi.

Petugas pemadam karhutla di Kalimantan Timur, Herman Susilo, mengungkapkan bahwa bara di lahan gambut kerap memicu api kembali menyala meski permukaannya sempat dipadamkan.

"Kami harus melakukan pembasahan sampai ke bagian belakang. Kalau ditinggalkan begitu saja saat masih berasap, api dari belakang bisa maju lagi ke depan," tutur Herman.
 


Di sisi lain, paparan asap pekat kian mengancam kesehatan dan perekonomian warga sekitar hutan. Selain mengganggu aktivitas harian, kobaran api turut mengancam kebun milik warga yang menjadi tumpuan nafkah.

Kepanikan sempat dialami Heni, seorang petani sayur di daerah terdampak. Ia mengaku api hampir merembet ke tanamannya saat krisis air melanda kawasan tersebut.

"Kemarin panik sekali, anak-anak sampai berlarian mencoba memadamkan pakai semprotan tangki di punggung, tetapi api terlalu besar. Kalau kebun ini terbakar, tanaman kami habis semua," keluh Heni.

Upaya memadamkan kobaran karhutla pada akhirnya bukan sekadar menyelamatkan bentang alam dari ancaman kerusakan, melainkan pertaruhan untuk melindungi kesehatan, sumber penghidupan, dan keselamatan warga.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X