30 October 2026 09:52
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri 8 Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali digelar secara normal setelah sempat terganggu selama beberapa pekan akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para siswa dan guru menyambut kembalinya aktivitas belajar di sekolah dengan penuh antusias.
Berdasarkan pantauan jurnalis Metro TV di lokasi, kabut asap yang sebelumnya menyelimuti lingkungan sekolah selama hampir empat bulan kini telah hilang seiring turunnya hujan. Udara di Palangka Raya berangsur segar dan cuaca terpantau cerah, sehingga para siswa dapat kembali beraktivitas, berinteraksi, dan bermain di halaman sekolah dengan nyaman.
Kepala SMPN 8 Palangka Raya, Erni Ningsih, mengungkapkan rasa syukurnya atas membaiknya kualitas udara sehingga kegiatan belajar-mengajar di kelas dapat kembali berjalan optimal.
"Kami sangat bersyukur karena hujan telah turun dan anak-anak bisa kembali ke sekolah. Tanggapan anak-anak luar biasa senang karena bisa kembali menghirup udara segar setelah sekian lama terpapar asap," ujar Erni dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.
Baca Juga :
Meskipun aktivitas sekolah mulai normal, pihak sekolah tetap memberlakukan penyesuaian dan protokol kesehatan khusus. Mengingat masa tanggap darurat karhutla masih berlangsung hingga 8 November, durasi jam belajar di kelas masih dipersingkat dan kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan untuk sementara waktu.
Selain itu, kegiatan belajar dimulai pukul 07.30 WIB dengan jadwal kepulangan siswa yang diatur secara ketat bersama orang tua. Siswa juga diwajibkan membawa bekal air minum dari rumah agar tetap terhidrasi dengan baik serta tetap diimbau mengenakan masker saat beraktivitas demi menjaga kesehatan saluran pernapasan.