Adu Taktik Lini Serang Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 October 2026 09:44

Ketajaman lini serang Timnas Indonesia dan Thailand akan beradu pada laga puncak penentuan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober 2026 malam. Kedua tim raksasa Asia Tenggara ini melaju ke final dengan status mentereng sebagai juara grup sekaligus tim paling produktif di turnamen.

Indonesia sukses melangkah ke final mewakili Grup A usai mencatatkan produktivitas mencolok dengan 11 gol, mengungguli pesaing terdekatnya Malaysia yang menorehkan 9 gol. Sementara itu, skuad Gajah Perang berhasil mengamankan tiket final dari Grup B berbekal catatan 7 gol dan hanya sekali kebobolan, menyingkirkan Vietnam yang hanya mampu mencetak 5 gol.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meyakini skuad Garuda memiliki modal berharga untuk menundukkan Thailand. Menurut Herdman, kualitas individu pemain Indonesia yang kini banyak merumput di kompetisi dengan level lebih tinggi menjadi keunggulan tersendiri di laga krusial ini.

"Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menjadi orang pertama yang mengangkat trofi ini untuk negara, dan ini adalah kesempatan yang telah diperjuangkan oleh para pemain. Namun, itu baru sebatas peluang. Kami harus tampil maksimal besok dan tetap menaruh hormat pada lawan kami," tegas Herdman dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 5 Oktober 2026.
 



Di kubu lawan, Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson memprediksi pertandingan akan berjalan sengit dan penuh tekanan sejak menit awal. Hudson menyadari betul ancaman dari gaya permainan agresif yang diperagakan Indonesia. Meski demikian, ia memastikan timnya berada dalam kondisi fisik yang sangat prima.

"Kami sangat antusias menyambut pertandingan ini dan persiapan berjalan sangat baik. Kami berada di posisi yang menguntungkan karena sebelumnya bisa mengistirahatkan banyak pemain. Jadi, kami datang ke laga ini dengan kondisi tim yang segar dan siap bertanding," ungkap Hudson.

Selain mengandalkan ketajaman striker, partai final ini akan sangat ditentukan oleh kedalaman skuad, mentalitas juara, serta kemampuan adaptasi pemain di lapangan. Herdman secara khusus menyoroti kedisiplinan transisi skuad Garuda, terutama saat kehilangan bola, sebagai pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan jika ingin membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X