NEWSTICKER

Pengacara Istri Ferdy Sambo: Ibu Komitmen Jalani Kewajiban Hukum

4 August 2022 16:07

Tim kuasa hukum dari istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) menyatakan teknis undang-undang tindak pidana kekerasan seksual (UU TPKS) berbeda dengan undang-undang lainnya. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (04/08/2022).

"Berdasarkan UU TPKS, teknis penyusunan BAP terhadap korban TPKS berbeda dengan teknis penyidikan kasus-kasus lainnya. Orientasi dan perlindungan kepada korban menjadi kunci utama suksesnya pengungkapan kasus ini secara terang-benderang," ujar kuasa hukum PC, Sarmauli Simangunsong.

Sebelumnya Sarmauli Simangunsong menyebut bahwa PC merupakan warga Indonesia yang patuh terhadap hukum. Siap menghadapi segala proses yang sedang berlangsung dalam kasus yang berkaitan dengan kematian Brigadir J.

"Ibu PC adalah warga Indonesia yang patuh terhadap hukum dan berkomitmen untuk menjalankan seluruh kewajiban hukum sampai saat ini. Dan merupakan seorang ibu, seorang perempuan yang juga layak dan sepantasnya memperoleh perlakuan hukum yang adil atas segala yang dialami pada kasus yang kini sedang ditangani oleh instansi Kepolisian", ujar Sarmauli.

Diketahui juga bahwa Putri Candrawathi telah membuat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Selatan mengenai kasus kekerasan seksual tersebut. "Ibu PC telah membuat laporan polisi tanggal 9 juli 2022 di Polres Metro Jakarta Selatan, atas dugaan kekerasan seksual. Tindak pidana ini diatur dalam pasal 289 KUHP dan pasal 4 junto pasal 6 UUD 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS)", lanjut Sarmauli.

Adapun Kuasa Hukum PC lainnya, Arman Hanis menyampaikan kondisi PC masih mengalami trauma berat dan sedang ditangani oleh psikolog klinis yang ditunjuk Polda Metro Jaya.

"Mengenai apakah keadaan ibu Putri sekarang, keadaan ibu Putri sampai semalam, saya hampir setiap hari, setiap malam saya ketemu dengan klien kami yaitu ibu PC. Keadaannya sampai hari ini tadi pagi masih mendapat informasi psikolog klinis yang menangani ibu pc masih datang dan melihat keadaan ibu PC," jelas Arman.

Selanjutnya Arman menyatakan tidak terdapat luka fisik yang dialami ibu PC, akan tetapi masih terus menangis. "Secara fisik itu tidak ada sama sekali luka, tidak ada memar, tidak ada apapun yang disampaikan berdasarkan isu-isu yang ada saat ini, jadi saya tegaskan tidak ada," ujar Arman.