Respons Penurunan Harga Minyak Dunia, Said Abdullah: Tekanan Fiskal Negara Berkurang

18 June 2026 12:36

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyebutkan turunnya harga minyak dunia menjadi kabar positif bagi perekonomian nasional. Menurutnya penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan terhadap APBN mengingat ruang fiskal pemerintah saat ini tidak terlalu longgar.

“Turunnya harga minyak itu kita syukuri bersama karena tekanan fiskal kita mulai berkurang. Satu, kalau sampai naik terus menerus fiskal kita akan goyah karena kita tidak memiliki kemewahan terhadap fiskal kita.” kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Kamis, 18 Juni 2026.

Turunnya harga minyak dunia ke bawah USD 80 per barel memunculkan harapan adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Namun DPR RI menilai pemerintah belum bisa terburu-buru menurunkan harga BBM karena masih perlu melihat pergerakan harga minyak beberapa waktu ke depan.
 

Baca juga: RI Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Selat Hormuz Akan Dibuka


Said menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah dan DPR biasanya menggunakan rata-rata pergerakan harga minyak dunia dalam periode tiga bulanan sebagai dasar evaluasi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha.

“Terhadap penyesuaian harga, menurut saya mungkin bulan depan baru akan bisa dihitung karena apa? Biasanya pemerintah dan DPR menghitung rata-rata per tiga bulanan. Kalau hari ini harga minyak turun kita turunkan, besok naik lagi, naik lagi juga, itu kan akan sangat merepotkan sekali bagi para pelaku usaha." ucapnya.

(Nopita Dewi)