Kurs Rupiah Tertekan, IHSG Melonjak

21 January 2026 09:33

Nilai tukar rupiah kembali tertekan, bahkan mendekati level psikologis baru, yaitu Rp17.000 per USD, namun di saat yang sama, pasar saham justru bergerak berlawanan arah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis spekulasi bahwa pelemahan rupiah dipicu isu pertukaran pejabat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Di tengah tekanan global yang membuat nilai tukar rupiah melemah, pasar saham Indonesia justru bergerak berlawanan arah. IHSG tercatat menguat, mencerminkan optimisme investor di bursa saham meski rupiah berada di bawah tekanan. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis spekulasi bahwa anjloknya rupiah dipicu oleh isu pertukaran pejabat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Menurutnya, bahwa pergerakan rupiah tidak ditentukan oleh isu birokrasi, termasuk kabar Thomas Djiwandono yang disebut akan bergeser ke Bank Indonesia.

“Ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana orang spekulasi dia independensinya akn hilang, saya pikir enggak akan begitu.” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah ini lebih bayak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat dan dinamika pasar keuangan global. 
 

Baca juga: Populer Ekonomi: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Baru hingga Rupiah Nyaris Rp17 Ribu


Independensi Bank Indonesia tetap terjaga, meski muncul wacana pergeseran jabatan di lingkaran kebijakan fiskal dan moneter. Perbedaan arah antara rupiah dan IHSG merupakan cerminan dari mekanisme pasar yang merespons faktor global dan domestik secara berbeda. 

Pemerintah mengimbau pelaku pasar dan masyarakat untuk tidak terpancing spekulasi, serta tetap mencermati perkembangan global dan arah kebijakan ekonomi yang dinilai lebih menentukan pergerakan rupiah ke depan. 

Di tengah tarik menarik sentimen global dan optimisme pasar domestik, pemerintah menegaskan stabilitas ekonomi tetap menjadi fokus utama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)