Benteng Terakhir Wilayah Pesisir

30 May 2026 22:23

Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, berada di sebelah timur Pulau Sumatra. Wilayah ini memiliki ekosistem mangrove seluas 30.118 hektare, mencakup hampir 10 persen luas wilayahnya.

Hampir setengah dari luas kabupaten ini berupa wilayah perairan. Sejauh mata memandang, mangrove mengelilingi gugusan 15 pulau yang ada di wilayah ini, menjadikan ekosistem mangrove sebagai penyangga keanekaragaman hayati di Bumi Sagu.

Samun, perlahan tapi pasti, ekosistem mangrove di Kepulauan Meranti terus tergerus oleh waktu. Benteng terakhir di wilayah pesisir ini kondisinya kian kritis.

Seluas 46 persen dari Kabupaten Kepulauan Meranti berupa wilayah perairan. Dengan posisi geografis berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan perairan internasional, menjadikan Selat Panjang sebagai jalur perniagaan yang sibuk di pesisir timur Sumatera. Celakanya, kondisi ini juga turut memicu aktivitas ilegal terus berlangsung. Salah satunya adalah penyelundupan arang bakau yang masih marak dalam beberapa tahun terakhir.

Baru-baru ini Kepolisian Daerah Riau mengungkap penyelundupan arang bakau yang dikirim ke Malaysia. Tidak kurang dari 100 ton arang bakau ditemukan di dua lokasi berbeda. Ratusan ton arang ini rencananya akan diselundupkan ke Malaysia. Aktivitas ilegal ini ditemukan di Desa Sesap, di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, dan Desa Sokop, di Kecamatan Rangsang.

(Sofia Zakiah)