Mitigasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten: Keselamatan Masyarakat yang Utama

7 September 2026 00:00

Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan jajaran Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan langkah cepat untuk menjamin keselamatan warga di sepanjang pesisir Banten menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Andra Soni menyatakan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Geologi.

"Tadi sore kami melaksanakan rapat koordinasi. Rekomendasi utama adalah masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati area dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah Gunung Anak Krakatau," kata Andra Soni dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Minggu, 6 September 2026.

Selain ancaman lontaran lava pijar, Pemerintah Provinsi Banten juga menaruh perhatian serius pada sebaran abu vulkanik. Berdasarkan pantauan, arah angin saat ini membawa abu vulkanik menuju arah barat, yang meliputi wilayah Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

Guna mengantisipasi gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemprov Banten telah mulai mendistribusikan masker kepada masyarakat.

"Kami meminta masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika ada keluhan kesehatan, segera datangi Puskesmas atau RSUD terdekat," imbau Andra.
 



Menanggapi kekhawatiran masyarakat akan potensi tsunami seperti yang terjadi pada tahun 2018 silam, Andra Soni menjelaskan bahwa berdasarkan kajian teknis saat ini, potensi tersebut dinyatakan negatif.

"Kajian dari PVMBG menunjukkan potensi tsunami negatif karena ukuran badan Gunung Anak Krakatau saat ini masih relatif kecil. Namun, kami tetap tidak boleh lengah dan terus memantau perkembangan selama 24 jam," ucapnya.

Terkait infrastruktur peringatan dini, Andra mengungkapkan terdapat 28 alat deteksi dini yang tersebar di wilayah Banten, di mana 22 alat dikelola oleh BPBD dan 6 alat oleh BMKG. Meski ada beberapa unit CCTV yang terdampak erupsi, mayoritas alat pemantau masih berfungsi dengan normal.

Pemerintah juga telah menyiapkan puluhan jalur evakuasi dan titik-titik penampungan logistik darurat sebagai langkah antisipasi terburuk. Jalur-jalur ini akan terus diperbarui informasinya melalui kepala desa dan camat di masing-masing wilayah terdampak.

Mengakhiri keterangannya, Gubernur Banten meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi dan hanya memercayai kanal resmi pemerintah.

"Jangan panik. Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Kami belajar dari pengalaman 2018 untuk memastikan mitigasi bencana berjalan lebih maksimal kali ini," pungkasnya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X