Pemprov Banten Masih Kaji PJJ Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gubernur Banten, Andra Soni, saat memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu, 6 September 2026. Dokumentasi/ Pemprov Banten.

Pemprov Banten Masih Kaji PJJ Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Deny Irwanto • 6 September 2026 18:31

Tangerang: Pemerintah Provinsi Banten masih mengkaji penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik terhadap masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan koordinasi terkait langkah tersebut masih dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota setempat.

"Sedang dikordinasikan dengan semua pihak termasuk kabupaten/kota terdampak," kata Andra Soni kepada Metrotvnews.com, Minggu, 6 September 2026.

Andra Soni juga mengimbau masyarakat Banten dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau. Menurut Andra, pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, terutama setelah terjadi erupsi pada Sabtu dini hari, 5 September 2026 yang disertai suara gemuruh dan sebaran abu vulkanik.

Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik, Andra meminta masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi tersebut masih berlangsung.


Gubernur Banten, Andra Soni, saat memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).. Dokumentasi/ Pemprov Banten.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar apabila abu vulkanik mulai terlihat di permukiman. Andra menganjurkan pembersihan dilakukan dengan menggunakan lap basah untuk mengurangi debu yang beterbangan.

"Kami anjurkan bilamana terjadi abu vulkanik di sekitar rumah untuk membersihkan menggunakan lap basah dan kemudian bilamana terdapat dampak pada kesehatan segera untuk mendapat bantuan di fasilitas-fasilitas kesehatan lingkungan kita," jelasnya. Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, akan terus memantau perkembangan erupsi maupun aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut.

"Insya Allah kami akan terus memantau erupsi atau aktivitas anak Krakatau. bagi kami yang paling utama adalah keselamatan masyarakat," ungkapnya.

Andra juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah.

"Kami meminta masyarakat untuk tenang dan masyarakat untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah dan informasi-informasi yang telah terverifikasi sama-sama kita berdoa agar aktivitas anak Krakatau tidak menimbulkan dampak yang lebih besar insya Allah dan berkat pertolongan Tuhan yang maha esa kita diberi keselamatan," ujarnya.


(Deny Irwanto)