Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semburkan Abu 400 Meter

23 August 2026 08:40

Gunung Api Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, terdeteksi rentetan erupsi yang mencapai 10 kali letusan berturut-turut.

Erupsi pertama terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.57 WIB. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak kawah, atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang membumbung tebal berwarna kelabu hingga hitam tampak condong mengarah ke barat daya. Erupsi pertama ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi selama 2 menit 19 detik.
 


Menyusul letusan pertama, aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga pukul 18.00 WIB dengan mencatatkan 9 kali letusan tambahan. Durasi letusan susulan ini bervariasi antara 7 hingga 1.590 detik, menyemburkan asap kawah bertekanan lemah hingga tebal.

Dampak pada Rute Penerbangan

Berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin dari SIGMET, pantauan sejak tanggal 22 Agustus 2026 pukul 20.17 WIB hingga 23 Agustus 2026 pukul 02.17 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian 9.000 kaki (feet).

Abu vulkanik tersebut bergerak ke arah barat dengan kecepatan 10 knot dan diprakirakan memiliki intensitas yang menetap. Meski sebaran abu cukup tinggi, pemetaan sejauh ini belum mengonfirmasi adanya bandara maupun rute penerbangan yang terdampak secara langsung.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III atau Siaga. Pihak otoritas terus mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat, nelayan, pengunjung, maupun pendaki tidak mendekati area gunung atau beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X