Sekolah Rusak Akibat Gempa, Ratusan Siswa Sikka Belajar di Tenda Darurat

26 August 2026 19:49

Sikka: Gempa Flores magnitudo 7,7 merusak sejumlah sekolah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi tersebut memaksa ratusan siswa meninggalkan ruang kelas dan mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat.

Salah satunya dialami 113 siswa SD Katolik Nitung di Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue. Gedung sekolah mengalami kerusakan parah setelah gempa, dengan plafon runtuh, puing berserakan, dan retakan di sejumlah bagian dinding.

Salah seorang siswa, Alfriadus Arjuna Kare, mengatakan kegiatan belajar kini berlangsung di bawah tenda darurat.

“Akibat gempa sekolah kami rusak, jadi kami harus belajar di tenda darurat,” ujar Alfriadus dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 

Alfriadus mengatakan dirinya mulai belajar di tenda darurat sejak 15 Agustus 2026, bertepatan dengan terjadinya gempa.

Sebelum gempa, ia dan siswa lainnya harus berjalan kaki menuju sekolah di Desa Nitung Lea. Kini, mereka harus belajar di tenda darurat karena bangunan sekolah belum aman digunakan.

Meski kondisi jauh dari nyaman, para siswa tetap membawa buku dan alat tulis dari rumah untuk melanjutkan kegiatan belajar.

Alfriadus berharap gedung sekolah segera diperbaiki agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman.

“Semoga sekolah kami dibangun supaya kami bisa sekolah lagi,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan Kecamatan Palue menjadi wilayah dengan dampak pendidikan paling berat.

“Dampak yang paling berat untuk atau yang paling besar di Kabupaten Sikka adalah di Kecamatan Palue,” ujar Patrisius.

Di Kecamatan Palue terdapat 15 satuan pendidikan terdampak, terdiri dari satu TK, 12 SD, dan dua SMP. Dari data sementara, tujuh sekolah mengalami kerusakan dan masih ada delapan sekolah yang perlu kembali diidentifikasi.

“Kurang lebih mungkin masih ada delapan sekolah yang kami harus identifikasi kembali terkait dengan dampak ini,” katanya.

Kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dihentikan sementara selama masa tanggap darurat, yakni 15-28 Agustus 2026.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X