21 July 2026 17:05
Pakar kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan paparan cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan ketersediaan air bersih.
"Upayakan sedapat mungkin berlindung di bawah atap atau bagaimana begitu, atau kalau bisa tentu saja bekerja lebih banyak di dalam ruangan. Atau kalau toh harus keluar ruangan, upayakan tidak keluar ruangan pada saat panas sedang tinggi-tingginya gitu ya. Juga gunakan pakaian yang cerah begitu," ujar Tjandra dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 21 Juli 2026.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi ini dipengaruhi dua faktor utama, yaitu musim kemarau yang menurunkan curah hujan dan fenomena El Nino yang mengurangi pasokan uap air ke Indonesia sehingga memperparah kekeringan. Kondisi kering diprediksi mencapai puncak pada Agustus hingga September.