BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025

3 February 2026 15:51

Optimisme komitmen dan sinergi menjadi pesan utama yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) dalam laporan perekonomian Indonesia 2025. Melalui ketiga pesan tersebut, Bank Indonesia mengajak komitmen semua pihak untuk bersinergi bersama membangun optimisme perekonomian Indonesia. 

Bank Indonesia meluncurkan laporan perekonomian Indonesia tahun 2025. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan tiga pesan penting di dalam laporan perekonomian kali ini. ketiga pesan tersebut diringkas dalam akronim OKS atau optimisme, komitmen, dan sinergi. 

Melalui pesan optimisme, Perry Warjiyo mengajak semua pihak untuk membangun keyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat di tahun-tahun selanjutnya. Perry menyebut, prakiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 ada di rentang 4,7-5,5 persen. Sementara, target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diperkirakan sekitar 4,9-5,7 persen, dan tahun 2027 diperkirakan meningkat lagi hingga 5,1-5,9 persen. 

"Melalui laporan perekonomian Indonesia 2025, kami mengajak semua, mari kita bangun optimisme. Setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, yakinlah insyaallah tahun 2026 dan 2027 ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi." kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 3 Februari 2026.
 

Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat 0,26% ke Level Rp16.754


Selanjutnya Perry menyebut, pesan akronim K merujuk pada komitmen. Bank Indonesia akan terus berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi, yakni lebih cepat. 

Pemerintah dan BI berkomitmen untuk menjaga angka inflasi tetap berada pada target sasaran, yakni 2,5 plus minus satu persen. Sementara pertumbuhan kredit perbankan ditargetkan mencapai angka 8-12 persen di tahun 2026, dan 9-13 persen pada tahun 2027. 

Dalam bidang pembiayaan, Perry mengajak perbankan dan industri keuangan membangun pembiayaan untuk mendorong kredit lebih tinggi dan melakukan pendalaman pasar keuangan. 

"K adalah komitmen, mari kita bangun komitmen untuk masing-masing lembaga, dunia usaha, perbankan, sesuai tupoksinya masing-masing. semua kita berikan yang terbaik, usaha maksimal dan juga dengan motifasi yang kuat demi NKRI, demi rakyat kita." ucapnya.

Sementara untuk pesan ketiga, merujuk pada kata sinergi, yakni kerja sama antar lembaga dan pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan. 

Lebih jauh, Perry juga mengajak seluruh pihak bersinergi dalam bidang hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong sektoril, termasuk juga sinergi pada program ekonomi kerakyatan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)