Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
Rupiah Ditutup Menguat 0,26% ke Level Rp16.754
Husen Miftahudin • 3 February 2026 15:48
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami penguatan.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 3 Februri 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.754 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 44 poin atau setara 0,26 persen dari posisi Rp16.798 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 44 poin, sebelumnya sempat menguat 45 poin di level Rp16.754 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.798 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Di perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah berada pada level Rp16.751 per USD hingga Rp16.783 per USD. Sementara year to date (ytd) return tercatat 0,44 persen.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp16.755 per USD. Rupiah menguat 40 poin atau setara 0,24 persen dari Rp16.795 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.777 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 23 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.800 per USD.
| Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp16.762 per USD Selasa Pagi |
Geopolitik hingga tarif Trump
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Iran 'serius berbicara' dengan Washington, dan diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir pada Jumat di Turki. Trump memperingatkan dengan kapal perang besar AS yang menuju Iran, hal-hal buruk dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.
Di bidang perdagangan, Trump mengumumkan kesepakatan dengan India yang memangkas tarif AS atas barang-barang India menjadi 18 persen dari 50 persen sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan.
Trump mengumumkan kesepakatan itu di media sosial setelah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, dan mencatat India telah setuju untuk membeli minyak dari AS dan mungkin juga Venezuela.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral berikutnya. Meskipun nominasi tersebut menghilangkan poin ketidakpastian utama bagi pasar, mengurangi permintaan aset aman, Warsh juga dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar.
"Warsh sebagian besar mendukung tuntutan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah. Tetapi ia juga mengkritik aktivitas pembelian aset Fed dan menyerukan neraca yang lebih kecil yang dapat membuat kebijakan moneter tetap relatif ketat dalam beberapa tahun mendatang," jelas Ibrahim.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
PMI manufaktur Indonesia bergeliat lagi
Di sisi lain, S&P Global Market Intelligence mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026. Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025.
"Kenaikan tergolong sedang dan pertumbuhan terus meningkat dengan indeks di atas 50. Kenaikan itu didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru," papar Ibrahim.
Dalam survei tersebut, perusahaan sering mengaitkan kenaikan dengan permintaan pasar atas barang yang meningkat. Kondisi permintaan terlihat didorong oleh perekonomian domestik, karena permintaan internasional menurun selama lima bulan terakhir di tengah penurunan laporan bahwa tarif menghambat permintaan luar negeri.
Sejalan dengan permintaan baru yang terus bertumbuh, produksi naik pada Januari. Output naik selama tiga bulan berjalan dan merupakan yang tercepat kedua dalam 11 bulan.
"S&P melihat kenaikan kebutuhan produksi dan kondisi permintaan yang membaik mendorong perusahaan untuk menaikkan pembelian input selama enam bulan berturut-turut. Perusahaan juga melaporkan upaya menaikkan inventaris pra dan pascaproduksi untuk mempersiapkan kenaikan produksi di tengah permintaan yang terus naik," urai Ibrahim.
Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.750 per USD hingga Rp16.780 per USD," jelas Ibrahim.