Rupiah Menguat ke Rp16.762 per USD Selasa Pagi

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Menguat ke Rp16.762 per USD Selasa Pagi

Eko Nordiansyah • 3 February 2026 09:12

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami penguatan. Rupiah melanjutkan tren penguatan atas dolar AS setelah sempat melemah pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 3 Februari 2026, rupiah berada di level Rp16.762 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 36 poin atau setara 0,21 persen dari Rp16.798 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.795 per USD. Mata uang Garuda justru melemah dibandingkan Rp16.791 per USD pada perdagangan sebelumnya.

Rupiah bergerak fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Ia memprediksi mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang harga Rp16.790 - Rp16.830 per dolar AS.

Ibrahim menilai pergerakan pasar dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya keputusan Presiden AS Donald Trump yang mencalonkan mantan Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, sebagai kandidat pengganti Jerome Powell. Warsh dikenal sejalan dengan pandangan Trump yang mendorong penurunan suku bunga secara agresif.

"Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya," ujarnya.

Baca Juga :

Dolar AS Lanjutkan Tren Penguatan



(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)

Ibrahim menambahkan, apabila resmi dikonfirmasi, Warsh kemungkinan akan lebih menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko utama terhadap mandat The Fed dalam menjaga stabilitas harga dan mencapai tingkat lapangan kerja maksimal.

Adapun masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026 dan sebelumnya, Powell juga sempat mengingatkan agar penerusnya tidak terjebak dalam dinamika politik pemilu.

Surplus neraca perdagangan dan inflasi Januari 2026

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025 mengalami surplus sebesar USD41,05 miliar atau meningkat dibandingkan surplus tahun 2024 yang tercatat sebesar USD31,04 miliar.

Surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor yang mencapai USD282,21 miliar, lebih tinggi dibandingkan total impor sebesar USD241,86 miliar. Adapun, surplus neraca perdagangan terutama berasal dari sektor nonmigas yang mencatat surplus USD60,75 miliar, sementara neraca migas masih mengalami defisit sebesar USD19,70 miliar.

Selain itu, BPS juga melaporkan inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen, dan kenaikan ini tercermin dari peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.

Ibrahim menjelaskan, perbedaan antara inflasi tahunan dan bulanan pada Januari 2026 disebabkan oleh efek basis yang rendah (low base effect). Sebab secara bulanan, inflasi Januari 2026 justru tercatat mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)