Jakarta: Isu kesejahteraan tenaga pendidik kembali menjadi perbincangan hangat seiring dirilisnya data terbaru mengenai daftar negara dengan gaji guru tertinggi di dunia pada tahun 2026. Data tersebut memperlihatkan dominasi negara-negara Eropa dan Amerika Utara yang memberikan apresiasi finansial luar biasa bagi profesi guru.
Berdasarkan laporan tersebut, berikut adalah daftar 10 negara yang memberikan gaji tertinggi bagi para pendidiknya, khususnya di tingkat sekolah dasar:
- Luksemburg - 71.647 dolar AS (sekitar Rp1,2 miliar)
- Jerman - 70.419 dolar AS (sekitar Rp1,18 miliar)
- Denmark - 53.364 dolar AS (sekitar Rp898 juta)
- Austria - 49.646 dolar AS (sekitar Rp835 juta)
- Belanda - 48.805 dolar AS (sekitar Rp821 juta)
- Australia - 47.991 dolar AS (sekitar Rp807 juta)
- Turki - 46.333 dolar AS (sekitar Rp779 juta)
- Amerika Serikat - 44.992 dolar AS (sekitar Rp757 juta)
- Spanyol - 44.650 dolar AS (sekitar Rp751 juta)
- Norwegia - 43.108 dolar AS (sekitar Rp725 juta)
Angka gaji tersebut umumnya merujuk pada
guru tingkat dasar, sementara pada jenjang sekolah menengah pertama dan atas, besarannya cenderung lebih tinggi. Kenaikan gaji di negara-negara ini sangat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, kualifikasi akademik seperti gelar magister atau doktor, serta masa pengabdian kerja.
Besarnya
gaji guru di negara-negara maju tersebut juga tidak lepas dari pandangan pemerintah setempat yang memosisikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Sistem kompensasi yang tinggi, ditambah jaminan sosial dan tunjangan yang memadai, sengaja dirancang untuk menjaga minat generasi muda menekuni profesi ini sebagai karier seumur hidup.
Realitas Guru di Indonesia
Berbanding terbalik dengan daftar di atas,
gaji guru di Indonesia masih tergolong rendah dan sangat bergantung pada status kepegawaian. Perbedaan status antara Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tenaga honorer menciptakan kesenjangan kesejahteraan yang tajam di lapangan.
Rata-rata gaji guru di sekolah negeri saat ini berada di kisaran Rp4,5 juta per bulan, sementara guru swasta atau madrasah di daerah kerap hanya menerima ratusan ribu rupiah. Jika disejajarkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN, posisi Indonesia bahkan berada di kelompok terbawah dalam hal penghargaan finansial terhadap tenaga pendidik.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah agar profesi mulia ini mendapatkan penghargaan yang lebih layak. Perbaikan struktur gaji diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus mengangkat martabat guru di mata masyarakat.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)