Catatan KIPP soal Banyaknya Pelanggaran Pemilu

10 January 2024 09:41

Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta memiliki sejumlah catatan atas banyaknya pelanggaran Pemilu. Kaka menyoroti tiga hal utama penyebab terjadinya pelanggaran Pemilu.

"Ada tiga hal, pertama adalah para aktor di antaranya adalah para kandidat dan timnya. Kemudian kedua adalah penyelenggara pemilu. Lalu aktor yang di luar itu, termasuk pemerintah atau pemegang kekuasaan," jelas Kaka. 

Kaka menjelaskan, ada beberapa pola pelanggaran Pemilu yang sudah dapat diidentifikasi. Mulai dari politik uang, pelanggaran alat peraga kampanye, hingga netralitas penyelenggara Pemilu. 

Salah satu yang disorot Kaka adalah insiden Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka yang menghampiri moderator Debat Ketiga Pilpres 2024. Aksi tersebut, kata Kaka, cukup mengagetkan. 

"Sebagai pemantau Pemilu, cukup terganggu ya," ucapnya. 

Pemilu 2024 juga dinilai berjalan cukup panas meskipun tidak ada paslon petahana. Netralitas pemerintah turut dikhawatirkan. 

"Di Jawa Barat saja ada sekitar lima ya sebenarnya kasus-kasus terkait dengan netralitas di tingkat provinsi, kabupaten/kota. Sporadis banyak. Kemudian di Banten juga ada, di Jateng, Jatim juga ada," jelas Kaka. 

Sementara, Kaka menilai politik uang merupakan jenis pelanggaran yang paling sulit dibuktikan. Sebab, banyak bukti yang didapat hanya sampai pengakuan. 

"Ketika kita tarik ke pembuktian ini yang paling sulit dilakukan. Karena pembuktian itu perlu pengakuan, perlu adanya bukti, perlu adanya hubungan dengan ajakan di masa kampanye," ucap Kaka. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)