Kabut Asap Menipis, Pasar di Palangka Raya Kembali Ramai

28 October 2026 17:42

Kondisi Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berangsur pulih pasca-menipisnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berkurangnya kepekatan asap ini membuat aktivitas warga, khususnya transaksi jual beli di pasar tradisional, kembali bergeliat normal.

Berdasarkan pantauan pada Rabu, 28 Oktober sore, langit Palangka Raya sudah jauh lebih cerah dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Lapak-lapak pedagang yang menjajakan berbagai komoditas mulai dari sayuran, daging, hingga ikan segar kembali dipadati pembeli.

Sarbani, salah seorang pedagang di pasar tersebut, mengaku sangat bersyukur dengan kondisi udara yang kian membaik setelah diguyur hujan selama tiga hari terakhir. Ia menceritakan bahwa saat kabut asap pekat menyelimuti kota, omzet penjualannya anjlok drastis.

"Waktu masih ada kabut, kondisi ekonomi terasa agak sulit dan jualan sepi pembeli. Tapi sekarang setelah tiga hari hujan dan kabutnya hilang, menghirup udara juga sudah enak. Kondisi ekonomi dan jualan mulai ramai lagi," tutur Sarbani, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026.
 



Meski sempat didera kabut asap parah yang membuat langit menguning, Sarbani mengaku terpaksa tetap menggelar lapak dagangannya demi menyambung hidup. "Saat musim kabut kemarin saya tetap bertahan saja, sebab kalau tidak jualan, kita mau makan dari mana," imbuhnya.

Angin segar bagi perekonomian warga tidak hanya datang dari cuaca yang membaik, tetapi juga dari sektor pendidikan. Dinas Pendidikan setempat telah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah akan kembali dimulai keesokan harinya, setelah sebelumnya sempat dibatasi akibat polusi udara.

Kebijakan ini disambut antusias oleh para pedagang. Menurut Sarbani, aktivitas anak sekolah dan orang tua murid sangat berkontribusi meramaikan perputaran uang di pasar.

"Alhamdulillah, kalau sekolah sudah mulai beraktivitas lagi, itu pasti akan meramaikan jualan juga, terutama untuk dagangan goreng-gorengan dan kebutuhan lainnya," ungkap Sarbani.

Palangka Raya sempat diguyur hujan ringan pada pagi hari tadi. Menjelang sore, awan mendung kembali menggantung, membuka potensi turunnya hujan pada malam hari yang diharapkan dapat memadamkan sisa-sisa titik api karhutla secara menyeluruh.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X