9 October 2026 01:41
Bencana kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan (karhutla) kian pekat dan meluas di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Selain melumpuhkan aktivitas pendidikan, paparan asap beracun ini juga mengancam jalur pelayaran sungai serta memicu lonjakan drastis kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kabut asap pekat kembali mengepung kawasan permukiman dalam sepekan terakhir hingga mengganggu aktivitas harian warga. Akibat buruknya kualitas udara, sekolah mulai tingkat TK hingga SMA terpaksa meniadakan pembelajaran tatap muka.
Sementara itu, di Kota Pekanbaru, Riau, kabut asap tebal menyelimuti perairan Sungai Siak. Jarak pandang yang sangat terbatas membahayakan aktivitas pelayaran ratusan kapal barang dan penumpang yang melintas setiap harinya menuju berbagai daerah di Riau hingga Kepulauan Riau. Pada 8 Oktober, kualitas udara di Pekanbaru tercatat masuk dalam kategori sangat tidak sehat.