Terpapar Kabut Asap Pekat Karhutla, Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Dunia

9 October 2026 00:26

Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seorang guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Pagar 3 Banjarmasin, Lisna, meninggal dunia usai terpapar kabut asap pekat akibat pembakaran hutan saat menjalankan tugasnya menuju sekolah.

Suasana duka masih menyelimuti rumah almarhumah yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Sungai Andai, Banjarmasin. Almarhumah Lisna mengembuskan napas terakhirnya usai menderita sesak napas dan nyeri dada pada Sabtu lalu, akibat paparan asap beracun dari kebakaran hutan yang telah berbulan-bulan mengepung wilayah tersebut.

Almarhumah yang telah mengabdi sebagai tenaga pendidik honorer selama tiga tahun ini diketahui memiliki riwayat penyakit asma akut. Setiap harinya, Lisna harus menempuh perjalanan selama 30 menit menembus kabut asap tebal demi mengajar siswa-siswinya, hingga kondisi keresehatannya kian memburuk.
 



Ibu almarhumah, Marhamah, menceritakan bahwa putri kesayangannya selalu mengandalkan alat bantu pernapasan (nebulizer) setiap kali selesai mengajar.

"Bila asmanya kambuh kan subuh tuh minta izin kesekolahan, diizinakan aja oleh bapaknya (kepala sekolah). Kondisi asapnya memang tebal. Sepanjang jalan tebal. Jadi melewati asap tebal-tebal mulai muka rumah ini kan sudah sampai ke sekolahan asap aja yang dilewati itu," ucap Marhamah, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Kamis, 8 Oktober 2026.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X