4 October 2026 00:42
Malinau: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan prajurit yang bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia agar tidak hanya menguasai kemampuan bertempur. Prajurit juga diminta memiliki keterampilan lain, termasuk pertanian dan peternakan, untuk mendukung kemandirian satuan sekaligus pembangunan di wilayah perbatasan.
Pesan tersebut disampaikan Sjafrie saat meninjau pembangunan batalion baru Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kalimantan Utara, Sabtu. Sjafrie mengunjungi Yonif TP 921 Alang Impang di Kabupaten Malinau dan Yonif TP 922 Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung.
Sjafrie menegaskan tugas utama prajurit tetap menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Keberadaan batalion ini untuk menjaga wilayah serta melindungi masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sjafrie dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Sjafrie, prajurit di perbatasan harus menguasai teknik bertempur, bela diri, serta kemampuan patroli untuk mengamankan wilayah satuannya. Namun, kemampuan tersebut perlu dilengkapi dengan keterampilan teknis lainnya.
“Prajurit juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan teknis seperti pertanian dan peternakan, sehingga kebutuhan dasar satuan dapat dipenuhi secara optimal dan mandiri,” kata Sjafrie.
Sjafrie juga meminta keberadaan batalion di kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan. Prajurit diharapkan dapat menjadi penggerak pembangunan sehingga proses pembangunan di wilayah perbatasan dapat berlangsung lebih cepat.