17 October 2026 20:05
Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Dumai, Provinsi Riau, kian mengkhawatirkan dan mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi udara yang buruk memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa.
Berdasarkan pemantauan aplikasi pemantau kualitas udara IQAir pada Sabtu siang, indeks kualitas udara di Kota Dumai tercatat mencapai 190 mikrogram/meter kubik. Angka ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan berbahaya, terutama karena tingginya paparan partikel halus yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru.
Keputusan penerapan PJJ berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung. Dinas Pendidikan Kota Dumai juga mengimbau para orang tua agar mendampingi anak-anak saat belajar dari rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kebijakan ini langsung direspons oleh pihak sekolah setelah menerima instruksi resmi. Pihak sekolah sempat memulangkan siswa lebih awal sebelum pelaksanaan PJJ sepenuhnya berjalan.
"Sekarang kan sangat mengkhawatirkan. Kami tadi sempat anak sekolah hari ini sampai pukul 09.30. Sebetulnya melihat kualitas udara sebelum hari-hari sebelumnya sudah memang mengkhawatirkan. Tapi kami dari pihak sekolah karena belum ada surat edaran atau pemberitahuan dari Dinas Pendidikan, karena SD ini naungannya itu adalah di bawah Dinas Pendidikan. Jadi sebelum ada surat edaran, kami belum mengambil keputusan. Jadi tadi baru dapat surat edaran," ungkap Kepala SD Binsus Kota Dumai, Nurhayati dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pemerintah daerah berharap langkah darurat ini dapat menekan risiko gangguan kesehatan pada anak-anak sekolah di tengah ancaman paparan asap karhutla yang masih berlangsung.