Tim Satgas Port Visit 2026 Tak Lewatkan Keseruan Tradisi Mandi Khatulistiwa

24 September 2026 15:15

Tim Satgas Terpadu Port Visit 2026 mendapat kesempatan untuk merasakan langsung tradisi 'Mandi Khatulistiwa' ala TNI Angkatan Laut (AL). Momen itu terjadi saat berlayar menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, dalam misi diplomatik ke negara Pasifik Selatan. 

Tradisi Mandi Khatulistiwa merupakan kebiasaan unik yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut serta angkatan laut di seluruh dunia ketika kapal pelayaran melintas di garis khatulistiwa. Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 pagi ketika para peserta dibangunkan secara mendadak oleh anggota kapal yang berperan sebagai algojo.

"Tradisi 'Mandi Khatulistiwa' sebetulnya adalah tradisi yang mengglobal. Seluruh angkatan laut di seluruh dunia melakukan ini." kata Dansatgas Port Visit 2026, Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 24 September 2026.

Para peserta yang terdiri dari prajurit TNI AL, TNI AD, hingga mahasiswa sipil diminta berkumpul di area helideck yang telah dibasahi dengan air laut dan oli. Lalu merangkak secara bersama-sama.
 



Selain disiram air laut, peserta juga diberikan jamu rebusan tanaman herbal brotowali yang pahit untuk diminum sebagai simbol penyucian diri dari dosa serta pengusir penyakit.

Secara filosofis, lautan dianggap suci untuk membersihkan diri sekaligus membangun rasa solidaritas dan kebersamaan di antara sesama penghuni kapal. "Ini sebagai suatu bentuk yang memiliki makna bahwa manusia itu penuh dosa. Lautan itu suci," kata Benedictus.

Momen ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan berharga, terutama bagi peserta dari kalangan masyarakat sipil dan anggota yang baru pertama kali melintasi garis khatulistiwa.

Melalui tradisi unik ini, diharapkan tercipta keakraban dan kekompakan yang erat antaranggota tim Satgas Terpadu Port Visit 2026 dalam mengemban tugas negara.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X