Pemprov Jateng Tanggung UKT dan Kos Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

Metro TV • 7 September 2026 18:07

Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menanggung biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta biaya kos bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diberikan agar mahasiswa tetap dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga di kampung halaman.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bantuan akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan, Baznas Jawa Tengah, Bank Jateng, dan perguruan tinggi. Biaya UKT dan kos mahasiswa terdampak akan ditanggung selama satu hingga tiga bulan.

“Jadi begini, Bank Jateng, Baznas, kemudian ada Pak Rektor dari Untag, kita sudah melakukan kolaboratif terkait dengan anak-anak yang terdampak. Jadi, kos-kosannya kita tanggung, biaya kuliah kita bebaskan,” kata Ahmad Luthfi.
 



Bantuan tersebut diberikan setelah Ahmad Luthfi berdialog langsung dengan mahasiswa NTT di Kota Semarang. Kondisi keluarga para mahasiswa menjadi perhatian karena sejumlah orang tua mereka masih berada di tenda pengungsian akibat rumah yang rusak.

Selain menanggung biaya pendidikan dan tempat tinggal, Pemprov Jawa Tengah juga akan menindaklanjuti informasi mengenai bantuan yang belum tersalurkan di daerah terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Prinsip, tidak boleh mahasiswa kita yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mempunyai pemikiran-pemikiran terkait orang tuanya di sana. Bikin mereka senang, kekurangan apa kita, kita tanggung,” ujar Luthfi.

Menurutnya, kepedulian terhadap mahasiswa asal NTT merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. “Dan itu merupakan tanggung jawab kita sebagai Gubernur agar luka duka di NTT adalah dukanya juga Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Yuvensistaseli, salah satu mahasiswa asal NTT di Semarang, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Pemprov Jawa Tengah. Ia mengatakan mahasiswa NTT merasa lebih tenang karena mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah.

“Dan satu hal yang pasti memang sangat terharu ya. Jujur aja kami sebagai mahasiswa yang ada di Semarang ini dari NTT ini sangat terharu apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur tadi,” ujar Yuvensistaseli.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pesan Ahmad Luthfi yang meminta mahasiswa NTT tidak khawatir selama berada di Jawa Tengah.

“Beliau menyampaikan jangan khawatir, jangan takut, kalian ada kami di sini sebagai orang tua kalian,” katanya.

Selain bantuan UKT dan kos, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan 172 paket sembako sebagai bagian dari jaring pengaman sosial dengan nilai total Rp43 juta.

Hingga kini, lebih dari 172 mahasiswa asal Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, hingga Maumere tercatat terdampak bencana. Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring pendataan yang dilakukan.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X