Basarnas Ungkap Kronologi Hilangnya Kapal Pembawa 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 September 2026 15:29

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengoperasikan pencarian intensif terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Selat Sunda. Kapal yang membawa lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu guide tersebut diketahui hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

Laporan awal diterima oleh Kantor SAR Banten dari Bayu, seorang jurnalis Antara Banten, pada Selasa, 8 September 2026, pukul 13.55 WIB. Dalam laporan tersebut, disampaikan bahwa rekan-rekannya yang berencana meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak dapat dihubungi sejak hari sebelumnya.

Kronologi Kejadian


Rombongan dilaporkan bertolak dari Dermaga Pagedokan Carita pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan ke Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB dengan seorang jurnalis asal Lampung bernama Abay.

Setelah komunikasi tersebut, keberadaan kapal dan seluruh penumpang belum ditemukan.

Adapun daftar delapan orang korban yang berada di dalam kapal terdiri dari:
  1. Warta (Kapten Kapal)
  2. Surakman (ABK)
  3. Herianto (Guide)
  4. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
  5. Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
  6. Yudhis (Jurnalis iNews)
  7. Daus (Jurnalis Anadolu)
  8. Dona (Freelance)


Upaya Pencarian dan Armada yang Dikerahkan


Pencarian tahap awal pada Selasa, 8 September 2026, dilakukan dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan satu unit RIP 02 menuju titik lost contact dalam radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, namun hasilnya masih nihil.

Pada Rabu, 9 September 2026, tim SAR memperluas area pencarian seluas 68,3 nautical mile yang dibagi menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU). Operasi ini melibatkan unsur gabungan, antara lain:
  • Basarnas: KN SAR Tetuka, RIP 02 Banten, serta RIP 02 dan RIP 03 Kantor SAR Lampung
  • TNI AL: KRI Leuser, KRI Kerambit, KRI Lepu, dan KAL Pahawang
  • Polair: KP Sanjaya
  • Potensi SAR setempat

Merespons kejadian ini, Basarnas mengimbau seluruh masyarakat dan kapal yang melintas di sekitar wilayah penyisiran untuk segera memberikan informasi jika menemukan objek terkait pencarian. Selain itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi PVMBG untuk tidak mendekati area radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau demi keselamatan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X