Jakarta: Pemerintah secara resmi membuat aturan pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen untuk menekan mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka efisiensi. ASN didorong untuk menggunakan transportasi publik.
"Kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik, dan mendorong penggunaan transformasi transportasi publik," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 31 Maret 2026.
Selain itu, masih dalam rangka efisiensi, pemerintah juga mengurangi perjalanan dinas di dalam negeri hingga 50 persen. Sementara perjalanan dinas luar negeri dikurangi hingga 70 persen.
"Nah, khusus untuk daerah ini ada imbauan untuk penambahan jumlah hari durasi waktu dan cakupan daripada ruas jalan dalam Car Free Day (CFD) sesuai dengan karakter masing-masing daerah dan ini akan diatur oleh Surat Edaran (SE) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri)," kata Airlangga.
Pemerintah juga menetapkan bekerja dari rumah atau
work from home (
WFH) bagi ASN di pusat dan daerah. WFH berlangsung satu hari dalam sepeken.
"Penerapan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan satu hari kerja dalam satu minggu, yaitu setiap hari Jumat," tutur Airlangga.
"(Penerapan WFH bagi ASN) diatur melalui surat edaran Menpan RB dan SE Mendagri," ungkap Airlangga.
Airlangga menyampaikan, penerapan WFH diamil menyikapi situasi global. Kebijakan tersebut bukti Indonesia adaptif terhadap berbagai kondisi.
"Situasi ini bukan hambatan, melainkan momentum melakukan akselerasi perilaku yang lebih modern," ujar Airlangga.