Polisi Ambil Sampel Air Cisadane Diduga Tercemar Limbah Pestisida

11 February 2026 00:14

Aparat Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pencemaran parah di aliran Sungai Cisadane. Petugas gabungan telah terjun ke lokasi untuk mengambil sampel air sungai yang diduga kuat terkontaminasi limbah kimia berbahaya.

Pengambilan sampel uji ini dilakukan menyusul ditemukannya indikasi visual pencemaran yang mengkhawatirkan di badan sungai. Air Cisadane dilaporkan berubah warna menjadi kebiruan, permukaannya tampak berminyak, dan ribuan ikan ditemukan mati mengambang secara massal.

Sampel air yang telah diambil dari beberapa titik krusial di sungai tersebut kini dibawa untuk dilakukan uji laboratorium mendalam. Pengujian ini sangat penting untuk mengetahui secara pasti jenis kandungan zat kimia yang mencemari air baku tersebut. Hasil dari uji laboratorium ini diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu dua minggu ke depan.
 

Baca juga:
Diduga Tercemar Limbah Pabrik, Ribuan Ikan di Sungai Cisadane Tangerang Mati Mengambang

Dugaan awal menyebutkan bahwa sumber pencemaran berasal dari sisa penanganan kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia dan pestisida yang terjadi pada Senin malam, 9 Februari 2026 lalu.

Air dalam jumlah besar yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan api di gudang tersebut diduga membawa larutan residu pestisida dan bahan kimia lainnya, kemudian mengalir hingga masuk ke aliran Sungai Cisadane.

Peringatan Keras untuk Warga

Terkait proses investigasi yang masih berjalan dan menunggu hasil lab, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Johari, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.

Warga diimbau untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sepanjang bantaran sungai. Kapolres juga menekankan agar warga tidak mengambil atau mengonsumsi ikan yang mati di sungai, karena dikhawatirkan mengandung racun dari zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Sebagai dampak dari dugaan kontaminasi ini, PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang juga sempat mengambil langkah preventif dengan menghentikan distribusi air bersih selama kurang lebih 7 jam untuk mencegah air baku yang tercemar masuk ke saluran warga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)