Mengenal Saraf Kejepit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya-Tips Kesehatan

Wijokongko • 10 June 2026 09:17

Jakarta: Saraf kejepit merupakan salah satu gangguan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama pada usia produktif hingga lanjut usia. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari keluhan ringan hingga nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.

Melansir dari Harvard Health Publishing, saraf kejepit terjadi ketika saraf mengalami tekanan atau kompresi dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, tendon, maupun cairan tubuh. Tekanan tersebut dapat mengganggu fungsi saraf sehingga memicu gejala berupa nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot.

Saraf kejepit dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan pada leher, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Secara medis, saraf kejepit terjadi ketika jalur saraf menyempit sehingga saraf tertekan. Kondisi ini dapat muncul di berbagai ruas tulang belakang, yaitu tulang leher (servikal), punggung tengah atau dada (torakal), dan pinggang (lumbal).

Kasus yang paling sering terjadi berada di area pinggang atau lumbal. Akibatnya, penderita sering merasakan nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke bokong, paha, atau kaki.

Penyebab Saraf Kejepit


Saraf kejepit dapat dipicu oleh berbagai faktor yang menyebabkan tekanan pada saraf. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:


1. Proses Penuaan


Seiring bertambahnya usia, bantalan antar tulang belakang mengalami degenerasi, menjadi lebih tipis, dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penekanan pada saraf.


2. Aktivitas Fisik Berat


Kebiasaan mengangkat beban berat, sering membungkuk, atau menggunakan teknik mengangkat barang yang kurang tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.


3. Posisi Duduk 


Posisis duduk juga bisa menjadi penyebab saraf kejepit. Posisi kerja yang tdiak ergonomis dan terlalu sering menunduk saat menggunakan laptop atau ponsel. 


4. Berat Badan Berlebih


Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang, terutama di area pinggang, sehingga meningkatkan risiko saraf terjepit.


5. Cedera atau Kecelakaan


Pada usia muda, saraf kejepit lebih sering disebabkan oleh cedera olahraga, kecelakaan lalu lintas, atau trauma fisik lainnya yang mempengaruhi struktur tulang belakang.

Cara Mencegah Saraf Kejepit


Melansir dari laman smc-hospital.com, risiko saraf kejepit dapat dikurangi dengan menerapkan beberapa kebiasaan sehat berikut:

1. Rutin Berolahraga: Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kekuatan otot penyangga tulang belakang serta meningkatkan fleksibilitas tubuh

2. Memperhatikan Postur Tubuh: Posisi duduk dan cara mengangkat barang yang benar sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang. Hindari duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk dan gunakan teknik yang tepat saat mengangkat benda berat.

3. Melakukan Peregangan Secara Rutin: Peregangan atau stretching dapat membantu mengurangi ketegangan otot, menjaga kelenturan sendi, dan meningkatkan aliran darah di sekitar tulang belakang.

4. Menjaga Berat Badan Ideal: Berat badan yang sehat dapat mengurangi beban pada tulang belakang dan menurunkan risiko terjadinya saraf terjepit.

5. Menggunakan Alas Kaki yang Nyaman: Sepatu yang nyaman dan sesuai aktivitas dapat membantu menjaga postur tubuh serta mengurangi tekanan berlebih pada punggung dan pinggang.

Cara Meredakan Nyeri Saraf Kejepit di Rumah


Melansir dari Harvard Health Publishing, sebagian kasus saraf kejepit ringan sebenarnya dapat membaik secara bertahap seiring waktu melalui perawatan mandiri di rumah selama satu hingga dua minggu. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengurangi aktivitas yang memicu nyeri tanpa harus beristirahat total, lalu melanjutkannya dengan aktivitas ringan secara bertahap. 

Selain itu, rasa sakit dan peradangan bisa diredakan dengan melakukan kompres dingin dan hangat secara bergantian selama 15–20 menit per sesi, serta mengonsumsi obat pereda nyeri bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen sesuai aturan. Melakukan peregangan ringan yang ditahan selama 10–30 detik juga efektif untuk merilekskan otot di sekitar saraf, dengan catatan harus segera dihentikan jika memicu nyeri yang lebih parah. 

(Jessica Nur Faddilah)

(Wijokongko)