11 June 2026 15:57
Setiap pagi, jutaan pekerja dari kota penyangga seperti Bogor, Bekasi, hingga Tangerang bergerak serentak menuju Ibu Kota Jakarta. Mengandalkan transportasi umum, para pejuang nafkah ini harus berhadapan dengan perjalanan panjang, kepadatan penumpang di jam sibuk, hingga pengeluaran tambahan yang tidak sedikit demi sampai di tempat kerja.
Salah satu kisah datang dari Tannya Lulani, seorang pekerja yang sudah menjadi komuter selama lima tahun sejak masa kuliahnya. Baginya, perjalanan dari Bogor ke Jakarta bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah perjuangan fisik dan finansial yang dimulai bahkan sebelum ia menginjakkan kaki di peron stasiun.
Perjalanan Tannya dimulai dari rumah menuju Stasiun Bogor. Karena belum tersedianya transportasi umum yang menjangkau langsung kawasan tempat tinggalnya, ia terpaksa merogoh kocek pertama untuk jasa ojek.
"Dari rumah aku tuh harus menaiki ojek online ke stasiun. Karena sampai saat ini belum ada transportasi yang langsung memadai dari rumah aku ke Stasiun Bogor," ujar Tannya yang dikutip Metro Siang pada Kamis, 11 Juni 2026.
Setibanya di Stasiun Bogor, ia harus bergabung dengan ribuan penumpang lain di dalam KRL Commuter Line. Perjalanan ini pun tidak langsung sampai; Tania harus melakukan beberapa kali perpindahan jalur atau transit sebelum akhirnya turun di stasiun tujuan, yakni Stasiun Taman Kota.
Namun, perjalanan tidak berhenti di situ. Untuk mencapai kantor, ia kembali harus menggunakan ojek online karena lokasi stasiun yang masih cukup jauh dari tempat kerjanya.
| Baca juga: Pemprov DKI Gratiskan MRT dan TransJakarta Sambut HUT Jakarta, Catat Tanggalnya |