Pemprov DKI Gratiskan MRT dan TransJakarta Sambut HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Bus TransJakarta. Foto- Media Indonesia (MI)/Usman Iskandar

Pemprov DKI Gratiskan MRT dan TransJakarta Sambut HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Rifda Muthia Zahra • 11 June 2026 15:03

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan menggratiskan tarif layanan transportasi umum dan tempat wisata di Ibu Kota. Kebijakan ini dikeluarkan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta.

“Kami akan memberikan gratis untuk transportasi LRT, MRT, dan TransJakarta," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 11 Juni 2026.

Kebijakan layanan transportasi gratis ini hanya berlaku pada hari tertentu. Yakni, saat hari puncak HUT Jakarta pada 22 Juni 2026 dan 27 Juni 2026.

“Karena memang peringatannya secara publik (jadi harus) melibatkan masyarakat," ujar Pramono.

Dia mengatakan momentum ini dibuat inklusif dengan melibatkan musisi dari berbagai daerah. Sehingga, kemeriahan HUT Jakarta dinikmati seluruh masyarakat.

Baca Juga: 

Pramono bakal Tambah Golongan Gratis Transportasi Umum


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metro TV/Rifda

Penyesuaian Tarif TransJabodetabek

Pramono meluruskan disinformasi soal penyesuaian tarif TransJabodetabek. Dia memastikan penyesuaian tarif tidak diterapkan untuk semua rute.

“Saya ingin menjelaskan karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper. Terutama untuk TransJabodetabek seakan-akan akan mengalami kenaikan 10 sampai dengan 15 ribu, tidak semua TransJabodetabek itu akan mengalami kenaikan," tegas Pramono.

Dia menegaskan penyesuaian tarif TransJabodetabek akan dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan masyarakat. Sehingga, masyarakat mau beralih menggunakan transportasi umum.

“Bagi saya yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman lebih menikmati TransJabodetabek,” ujar dia.

Pramono mengatakan pihaknya saat ini bukan fokus pada penyesuaian tarif, tapi meningkatkan integrasi dan mendorong kepatuhan warga untuk beralih ke transportasi umum. Berdasarkan data evaluasi, jumlah pengguna aktif harian dari daerah penyangga dinilai masih sangat minim, meski konektivitas rute antarwilayah hampir sempurna,

"Karena sekarang sudah 93 persen konektivitas tersambung tapi masih di bawah 30 persen orang yang secara terus menerus menggunakan," ujar Pramono.

(Achmad Zulfikar Fazli)