Rona Marina Nisaasari • 29 December 2025 13:45
Jakarta: Pasca sebulan bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Luwes, Aceh, sebagian besar jalur penghubung antarkabupaten mulai kembali dapat dilalui. Namun, ancaman longsor susulan masih terjadi di sejumlah titik rawan, terutama di Kecamatan Putri Betung yang menghubungkan Gayo Luwes dengan Kabupaten Aceh Tenggara.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore memicu kembali terjadinya longsor di Desa Tetuntun. Akibatnya, arus lalu lintas sempat lumpuh dan kendaraan roda dua maupun roda empat tertahan berjam-jam di pinggir tebing. Kondisi tanah yang labil dan didominasi tanah merah membuat kawasan ini rawan longsor, terlebih saat diguyur hujan.
Tim liputan Metro TV yang melintas dari Kota Cane menuju Gayo Luwes turut terdampak kemacetan akibat material longsor yang menutup badan jalan. Sejumlah pengendara terlihat turun dari kendaraan untuk memantau kondisi jalan sambil menunggu proses pembersihan. Warga juga tampak bergotong royong mencari celah agar jalur bisa kembali dilewati, sembari tetap waspada terhadap kemungkinan longsor lanjutan.
Tim gabungan dari kepolisian bersama instansi terkait telah mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan material longsor. Sedikitnya satu hingga dua unit alat berat disiagakan di lokasi guna mempercepat pembukaan jalur. Meski demikian, proses evakuasi material sempat terkendala cuaca dan kondisi medan yang curam.
Petugas mengimbau masyarakat yang melintas di jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Pengendara roda dua diminta menyiapkan perlengkapan keselamatan, termasuk jas hujan, serta menghindari perjalanan malam jika tidak mendesak. Hingga Minggu malam, petugas masih berupaya membuka kembali akses jalan agar mobilitas warga antara Gayo Luwes dan Aceh Tenggara dapat kembali normal.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)