Komitmen Pemerintah Atasi Bencana Sumatra

6 December 2025 09:52

Jakarta: Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Operasi evakuasi, pencarian, dan pemulihan dilakukan secara simultan dan terkoordinasi lintas lembaga. 

Setiap kementerian, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah bekerja dalam satu sistem komando untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan fokus pada keselamatan warga.


Hasil Operasi SAR


Basarnas menyatakan bahwa hingga Kamis, 4 Desember pukul 12.00 WIB, sebanyak 3.227 jiwa terevakuasi dan 2.972 jiwa selamat dalam operai SAR bencana banjir di Provinsi Aceh. Berdasarkan data yang dirilis Basarnas pada Kamis sore, terdapat korban meninggal sebanyak 305 orang, dan 254 lainnya masih dalam pencarian.

Sementara di Sumut, sebanyak 4.610 jiwa terevakuasi dan 4.366 jiwa selamat. Berdasarkan data resmi Basarnas, korban meninggal sebanyak 244 orang dan 211 masih dalam pencarian.

Di Sumbar, sebanyak 29.658 jiwa berhasil dievakuasi, 29.424 orang selamat, sementara 217 masih dalam pencarian. Sedangkan korban meninggal sebanyak 235 orang.

Pencarian korban hilang


Berdasarkan data yang dirilis Basarnas pada Kamis, sebanuak 254 warga Aceh masih dalam pencarian, terdiri dari 112 orang di Pidie, 35 orang di Aceh Utara, 30 di Aceh Timur, dan 24 di Aceh Tamiang.

Sementara untuk data di Sumut sebanyak 211 jiwa masih dalam pencarian, terdiri dari 18 orang di Tapanuli Tengah, sisanya tersebar di Humbahas, Deli Serdang, dan Tapsel.

Sedangkan di Sumbar sebanyak 217 jiwa belum ditemukan, terdiri dari 118 jiwa di Kabupaten Agam, 1 di Pesisir Selatan, 1 Padang Pariaman, sisanya di Pasaman Barat, Tanah Datar, Solok Selatan, dan Padang Panjang.

Metode pencarian dengan melakukan penyisiran di area longsor dan penyelaman.


Proses pembersihan dan perbaikan jalan


Untuk proses pembersihan di wilayah yang terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat, melakukan normalisasi sungai dan drainase, pembersihan permukiman, serta pembersihan fasilitas umum. Sedangkan proses perbaikan meliputi perbaikan jalan dan jembatan yang putus, pemulihan layanan dasar, membangun hunian sementara, serta perbaikan intake PDAM dan irigasi.


Pejabat yang sudah kunjungi lokasi bencana


Musibah banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra mengundang atensi pemerintah, di mana pemerintah pusat tidak hanya memonitor dari Jakarta, tetapi sejumlah pejabat tinggi turun langsung ke lapangan. 

Pejabat tinggi yang telah turun langsung ke lokasi bencana di antaranya Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal, Panglima TNI, BNPB & Basarnas Pusat.

"Negara hadir melindungi rakyat. Semua kekuatan dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan berjalan secepat mungkin," kata Presiden Prabowo.

Sumber: Basarnas/Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)