Polda Riau Sebut Lahan Gambut Terdampak Kebakaran Capai 5 Hektare

13 August 2026 15:44

Polda Riau mengerahkan anggota untuk upaya pemadaman api di kawasan gambut yang terbakar. Dari pantauan udara dengan menggunakan helikopter, terlihat kepulan asap tebal menyebar di atas area gambut.

Regu pemadam Polda Riau, TNI, Manggala Agni, BPBD Riau, dan masyarakat terus berusaha mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak meluas. Hingga saat ini, diduga luas lahan yang terbakar mencapai lima hingga enam hektare, terdiri dari tanah bergambut dan semak belukar.

"Hasil deteksi kami saat ini yang paling menjadi perhatian bahwa area yang terdampak adalah lima hingga enam hektare. Sekarang sudah berhasil kita padamkan dan memasuki fase pendinginan. Ke depannya kita terus memantau wilayah-wilayah lain agar tidak terjadi peningkatan titik kebakaran lahan," ujar Wakil Kapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.

Sebagai informasi, laporan BMKG Pekanbaru menyebutkan bahwa terdapat 115 titik panas di 11 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau. Titik panas terbanyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis, yaitu sebanyak 30 titik. Sedangkan di wilayah Indragiri Hulu 29 titik dan Indragiri Hilir 22 titik.
 



Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat luasan karhutla di Provinsi Riau periode Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 15.738,9 hektare. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kemenhut RI, Ferdian Krisnanto, menyampaikan berdasarkan data tersebut kebakaran paling parah terjadi di ekosistem lahan gambut.

Menurut catatan Kemenhut, luas area gambut yang terbakar mencapai 14.423,5 ha. Sementara itu, area lahan mineral yang terbakar tercatat seluas 1.315,5 ha.

"Tentunya ini bukan masalah capaian, ini adalah peringatan penting. Kondisi cuaca, iklim, dan El Nino yang kuat perlu kita waspadai ke depan. Eskalasi bisa jadi akan terus naik seiring dengan puncak musim kemarau," kata Ferdian, melansir Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Dia mengatakan data tersebut berdasarkan hasil analisis citra satelit atas kerja sama Kemenhut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Lingkungan Hidup. Berdasarkan rincian wilayah, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terdampak paling parah dengan total kebakaran mencapai 8.316,0 ha.



(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X