Berunding Lalu Menyerang? Dunia Cemas Serangan AS ke Iran Melebar Jadi Perang Dunia III-World In Minute

Willy Haryono • 2 March 2026 18:19

Jakarta: Dunia dikejutkan oleh eskalasi konflik besar di Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam ratusan target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan pusat komando.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin negara itu sejak 1989. Khamenei disebut tewas setelah kompleks kediamannya menjadi sasaran gelombang awal serangan. Selain itu, puluhan pejabat tinggi militer Iran juga dilaporkan gugur, memicu krisis kepemimpinan di Teheran.

Ironisnya, eskalasi ini terjadi ketika jalur diplomasi antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya tertutup. Beberapa hari sebelumnya, kedua negara masih terlibat pembahasan terkait masa depan program nuklir Iran dan stabilitas keamanan kawasan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan terus menekan Iran dengan kekuatan penuh, namun tetap membuka peluang dialog.
 



Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi dan relevansi diplomasi di tengah penggunaan kekuatan militer secara langsung.

Serangan Balasan Iran

Iran merespons cepat serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta ke sejumlah pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Serangan balasan itu dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah pihak, sekaligus meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Sejumlah analis bahkan mengkhawatirkan potensi eskalasi menuju perang berskala global apabila tidak segera dikendalikan.

Kepemimpinan Interim Iran

Pasca wafatnya Khamenei, Iran untuk sementara dipimpin oleh dewan kepemimpinan interim yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan ulama senior Alireza Arafi.

Sementara itu, Majelis Ahli, badan ulama beranggotakan 88 orang akan menentukan sosok yang akan menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya. Proses ini dinilai krusial karena posisi tersebut memiliki otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran.

Imbauan untuk WNI

Meningkatnya tensi keamanan di kawasan membuat berbagai negara bersiaga. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan serta menunda perjalanan ke kawasan tersebut hingga situasi dinyatakan aman.

Diplomasi atau Kekuatan Militer?

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan fundamental dalam hubungan internasional: apakah diplomasi masih relevan ketika konflik bersenjata menjadi pilihan utama? Ataukah kekuatan militer dan diplomasi memang berjalan berdampingan dalam praktik geopolitik modern?

Yang jelas, eskalasi terbaru ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan dan ekonomi global. Dunia kini menanti, apakah ketegangan ini akan mereda melalui jalur perundingan, atau justru berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)