Hari ke-5 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Intensif

4 July 2026 12:28

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terus diintensifkan dengan mengerahkan helikopter water bombing. Memasuki hari kelima sejak kebakaran terjadi pada 30 Juni 2026, metode pemadaman melalui jalur udara dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses dari darat.

Helikopter water bombing diterjunkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara bergantian untuk menyiram area puncak tumpukan sampah yang masih terbakar. Dalam setiap penerbangan, helikopter membawa sekitar 4.000 liter air yang kemudian dijatuhkan ke lokasi-lokasi yang masih mengeluarkan asap dan bara api.

Pemadaman melalui udara dilakukan untuk melengkapi upaya petugas di darat yang menggunakan mobil pemadam kebakaran dan ekskavator. Strategi ini diterapkan karena sebagian titik api berada di bawah tumpukan sampah sehingga sulit dijangkau dari permukaan.

"Helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram titik-titik yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat, terutama di bagian puncak tumpukan sampah," ujar Jurnalis Metro TV, Randi Al Faras dalam tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026. 


Menurutnya, penyiraman dari udara diharapkan mampu mempercepat proses pendinginan pada area yang masih menyimpan bara api di bawah timbunan sampah.

Selain water bombing, petugas di darat juga terus melakukan penyemprotan air menggunakan mobil pemadam kebakaran serta mengurai tumpukan sampah dengan ekskavator agar sumber api lebih mudah dijangkau.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, proses pemadaman masih menghadapi tantangan. Cuaca panas dan angin kencang membuat bara api lebih mudah menyala kembali dan menyebar ke area lain.

"Kondisi cuaca yang cukup panas dan angin yang cukup kencang menjadi tantangan karena bisa memudahkan api menjalar ke titik-titik lainnya," ujar Randi.

Berdasarkan data BNPB, sekitar 30 persen titik api telah berhasil dikendalikan. Dari pantauan di lapangan, jumlah kobaran api juga mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya, meski kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X