GOTO Siap Kaji Penyesuaian Potongan Tarif Ojol Jadi 8%

2 May 2026 16:12

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), siap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait regulasi baru potongan tarif aplikator. Kebijakan ini menargetkan penurunan biaya potongan menjadi delapan persen guna meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

"GOTO senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online," tulis Direktur Utama atau CEO GOTO, Hans Patuwo, dalam keterangan resmi, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 2 Mei 2026.

Hans menjelaskan, bahwa saat ini pihak GOTO sedang melakukan pengkajian mendalam. Langkah ini diambil untuk memahami secara detail implikasi serta penyesuaian teknis yang diperlukan agar sejalan dengan peraturan terbaru tersebut.



"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait, sehingga GOTO/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," ujarnya. 

Langkah pengkajian ini dinilai krusial agar kebijakan potongan tarif yang lebih rendah dapat berjalan secara seimbang. Perusahaan berharap penyesuaian ini tidak hanya menguntungkan pendapatan pengemudi, tetapi juga tetap menjaga stabilitas ekosistem layanan bagi para pengguna setia Gojek.

Sebelumnya pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jum'at 1 Mei 2026, Presiden Prabowo telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Perpres tersebut mengatur pembagian pendatapan dari 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi. 

Prabowo menilai potongan tarif aplikator ojol di atas 10 persen terlalu kebesaran. 
Ia bahkan membuka dialog langsung dengan massa untuk menegaskan keresahan tersebut.

“Saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Enak aja, lo (ojol) yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit,” kata Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo turut memberi peringatan kepada pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan tersebut. “Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)