Rencana pemangkasan tarif aplikator dari 20 persen menjadi delapan persen disambut positif oleh para pengemudi ojek online (ojol). Mereka berharap kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah tingginya potongan tarif saat ini.
“Kalau ojol mah setuju-setuju saja, cuma kan realisasinya gimana. Tinggal nunggu saja keputusannya dari pemerintah, apakah benar-benar direalisasikan atau tidak. Tapi kalau dari ojol, mendukung untuk pemotongan di bawah 20 persen,” ujar Ari, salah satu pengemudi ojol, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 2 Mei 2026.
Hal serupa disampaikan pengemudi lainnya, David, yang menilai potongan tarif saat ini masih terlalu tinggi. Ia berharap pemerintah benar-benar menekan potongan hingga delapan persen.
“Saya sangat setuju banget, karena sekarang tarif di atas 20 persen. Kalau bisa ditekan sampai delapan persen, wah, kami sangat setuju. Cuma jangan cuma wacana doang, dibuktikan,” kata David.
Pengemudi ojol lainnya, Novil, juga menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap kebijakan ini segera diterapkan agar para pengemudi bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
“Bagus keputusannya, tapi mudah-mudahan jangan cuma wacana ya, segera terealisasikan, jadi biar kita lebih menikmati kebijakan itu,” ucapnya.
Potongan tarif ojol di bawah 10%
Dalam peringatan May Day 2026 di Kawasan Monas,
Prabowo mengaku tidak setuju dengan potongan tarif aplikator ojol di atas 10 persen. Kepala Negara menginginkan potongan tersebut di bawah 10 persen.
"Harus di bawah 10 persen. Enak aja, lu (pengemudi ojol) yang berkeringat, dia (perusahaan aplikator) yang dapat duit, sory aje," kata Prabowo.
Awalnya, RI 1 menyinggung pemotongan tarif ojol untuk aplikator sebesar 20 persen. Menurut dia, nilai tersebut tidak adil bagi pengemudi ojol. "Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen," ungkap Prabowo.
Kemudian, Presiden kedelapan Indonesia itu menanyakan besaran potongan untuk aplikator yang diinginkan para pengemudi ojol mulai dari 15 persen hingga 10 persen.
(Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh. Foto: Bakom RI)
Saat para pengemudi mengaku setuju 10 persen, Prabowo justru menyatakan tidak sepakat dengan angka tersebut. "Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," tegas Prabowo.
Prabowo juga menegaskan, perusahaan aplikator harus sepakat dengan kebijakan pemotongan tarif ojol tersebut. "Kalau ga mau ikut kita, ga usah berusaha di Indonesia," ujar Prabowo.
Respons GOTO
Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (
GOTO) Hans Patuwo merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen.
Hans menekankan, pihaknya senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi, dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," kata Hans dalam pernyataan tertulisnya.