Respons Bos GoTo saat Prabowo Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) Hans Patuwo. Foto: dok GoTo.

Respons Bos GoTo saat Prabowo Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%

Husen Miftahudin • 1 May 2026 14:43

Jakarta: Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen.

Sebelumnya Kepala Negara telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Belid itu berisi soal pemangkasan potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojol menjadi maksimal delapan persen.

Hans menekankan, pihaknya senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.

"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi, dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," kata Hans dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia mengaku, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait. "Sehingga, GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," harap dia.
 

Baca juga: Potongan Aplikasi 8 Persen Jadi Kemenangan bagi Ojol Indonesia


(Ilustrasi, mitra pengemudi Gojek. Foto: dok Istimewa)
 

Potongan tarif ojol di bawah 10%


Dalam peringatan May Day 2026 di Kawasan Monas, Prabowo mengaku tidak setuju dengan potongan tarif aplikator ojol di atas 10 persen. Kepala Negara menginginkan potongan tersebut di bawah 10 persen.

"Harus di bawah 10 persen. Enak aja, lu (pengemudi ojol) yang berkeringat, dia (perusahaan aplikator) yang dapat duit, sory aje," kata Prabowo.

Awalnya, RI 1 menyinggung pemotongan tarif ojol untuk aplikator sebesar 20 persen. Menurut dia, nilai tersebut tidak adil bagi pengemudi ojol. "Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen," ungkap Prabowo.

Kemudian, Presiden kedelapan Indonesia itu menanyakan besaran potongan untuk aplikator yang diinginkan para pengemudi ojol mulai dari 15 persen hingga 10 persen.

Saat para pengemudi mengaku setuju 10 persen, Prabowo justru menyatakan tidak sepakat dengan angka tersebut. "Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," tegas Prabowo.

Prabowo juga menegaskan, perusahaan aplikator harus sepakat dengan kebijakan pemotongan tarif ojol tersebut. "Kalau ga mau ikut kita, ga usah berusaha di Indonesia," ujar Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)