18 July 2026 00:05
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta TNI Angkatan Darat membuka hasil investigasi ledakan Gudang Amunisi Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Madiun, Jawa Timur, kepada publik secara berkala. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui perkembangan penyelidikan sekaligus mencegah munculnya spekulasi.
"Ya pertama saya pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya personel kita di dalam kejadian yang semestinya ini tidak perlu terjadi dan juga kepada para korban. Kita juga sudah mendengar bahwa sudah dibentuk timnya dan tim ini juga sudah mulai bekerja mengumpulkan data mencari tahu titik persoalannya di mana. Harus ada penjelasan kepada publik secara berkala. Jadi dijelaskan kepada masyarakat apa hasil temuannya dan apa langkah-langkah yang akan diambil oleh TNI, baik Angkatan Darat secara khusus ataupun TNI secara umum tentang pengamanan sistem penyimpanan amunisi tersebut," kata Dave dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 17 Juli 2026.
Dave menilai investigasi juga harus membandingkan peristiwa di Madiun dengan sejumlah ledakan gudang amunisi yang pernah terjadi sebelumnya. Dari situ dapat diketahui apakah penyebabnya berasal dari prosedur operasional, sistem penyimpanan, penanganan amunisi, atau faktor lainnya.
"Karena mengingat ini bukan hal yang kali pertama, sudah ada kejadian-kejadian sebelumnya. Jadi dibandingkan dengan kejadian yang sebelumnya, kesalahannya ada di mana, apakah dari sisi proseduralnya, penyimpanannya, atau penanganannya. Hal itulah yang harus digali," katanya.