Gencarkan Program PSEL, Denera Targetkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik di 34 Daerah

17 June 2026 21:14

Jakarta: PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) tengah menggencarkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan target pengembangan di 34 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan sebagai solusi terintegrasi untuk mentransformasi sistem pengelolaan sampah nasional sekaligus menghasilkan energi bersih bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan CEO Denera Fadli Rahman saat melakukan audiensi dengan manajemen Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Denera menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam mendukung transformasi pengelolaan sampah nasional.

Menurut Fadli, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari pemilahan di tingkat masyarakat hingga pemanfaatannya menjadi sumber energi melalui teknologi waste to energy.

"Kami mendorong kerja sama antara Denera dengan seluruh pihak terkait pengelolaan sampah, bagaimana kita bisa mengelola sampah yang lebih terintegrasi dan mentransformasi pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Fadli dalam tayangan Newsline Metro TV, Rabu 17 Juni 2026. 

Ia menjelaskan, Denera tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas PSEL, tetapi juga mendukung berbagai upaya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.


"Termasuk mendukung seluruh usaha terkait pengelolaan sampah, baik yang sifatnya di hulu maupun di hilir, baik itu yang sifatnya di masyarakat maupun di industri, baik itu yang sifatnya PSEL atau waste to energy maupun pemilahan, sorting, bahkan peningkatan infrastruktur dari sampah itu sendiri," katanya.

Tahapan pengembangan PSEL


Saat ini, Denera tengah menyiapkan pengembangan PSEL tahap pertama di tiga titik yang mencakup lima kabupaten dan kota. Sementara tahap kedua direncanakan berlangsung di 12 lokasi lainnya yang masih dalam proses pemilihan mitra. Secara keseluruhan, perusahaan menargetkan proyek PSEL dapat hadir di 34 kabupaten dan kota di Indonesia.

Selain pembangunan infrastruktur, Denera juga menilai edukasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pengolahan sampah. Kesadaran untuk memilah dan membuang sampah dengan benar dinilai dapat mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

"Ini sangat penting untuk masyarakat paham bahwa sampah itu sebenarnya bisa menjadi berbahaya. Jadi pengelolaan sampah untuk masyarakat itu sangat penting untuk dilakukan secara bersama-sama," kata Fadli.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X