Jakarta: Citah dikenal sebagai hewan darat tercepat di dunia. Dengan tubuh ramping dan kemampuan berlari yang luar biasa, predator asal Afrika ini menjadi salah satu kucing besar paling ikonik di alam liar.
Namun, di balik kecepatannya, citah ternyata menyimpan banyak fakta unik yang belum banyak diketahui.
5 Fakta Unik Citah yang Jarang Diketahui
Mulai dari pola totol yang berbeda pada setiap individu hingga kehidupan sosialnya yang tidak biasa,
citah memiliki berbagai karakteristik menarik yang membuatnya berbeda dari kucing besar lainnya. Berikut faktanya:
1. Pola Totol Setiap Citah Selalu Berbeda
Sama seperti sidik jari manusia, pola totol pada tubuh setiap citah bersifat unik. Tidak ada dua citah yang memiliki susunan totol yang benar-benar sama.
Selain menjadi ciri khas, totol-totol tersebut juga berfungsi sebagai kamuflase alami. Seekor citah dapat memiliki sekitar 2.000 hingga 3.000 totol yang membantu mereka berbaur dengan lingkungan sekitar saat berburu maupun menghindari ancaman.
2. Citah Tidak Bisa Mengaum seperti Singa
Meski termasuk keluarga kucing besar, citah tidak memiliki kemampuan mengaum (roar) seperti singa atau harimau.
Sebaliknya,
citah lebih sering mengeluarkan suara yang mirip kucing rumahan, seperti mengeong, mendesis, mendengkur, dan menggeram. Dalam kondisi tertentu, terutama saat musim kawin, citah juga dapat mengeluarkan suara yang menyerupai kicauan burung.
3. Tubuhnya Dirancang Khusus untuk Kecepatan
Kemampuan berlari citah bukanlah kebetulan. Hampir seluruh bagian tubuhnya dirancang untuk mendukung kecepatan tinggi.
Citah memiliki tulang belakang yang sangat fleksibel, paru-paru dan jantung berukuran besar, serta saluran pernapasan yang mampu memasok oksigen dalam jumlah banyak saat berlari. Selain itu, kukunya yang hanya dapat ditarik sebagian membantu mencengkeram tanah dengan lebih baik, sementara ekornya yang panjang berfungsi sebagai penyeimbang saat berbelok dengan kecepatan tinggi.
4. Termasuk Kucing Besar yang Terancam Punah
Di balik reputasinya sebagai predator andal, populasi citah justru terus mengalami penurunan.
Ancaman seperti hilangnya habitat, berkurangnya populasi mangsa, serta konflik dengan manusia membuat jumlah citah menyusut drastis. Sejak tahun 1900, lebih dari 90 persen populasi citah telah hilang. Hingga akhir 2025, citah hanya menempati sekitar 9 persen dari wilayah historis yang pernah menjadi habitat mereka.
5. Kehidupan Sosialnya Cukup Unik
Berbeda dengan singa yang hidup dalam kelompok besar, citah memiliki pola kehidupan sosial yang lebih beragam.
Citah betina umumnya hidup sendiri, kecuali saat merawat anak-anaknya. Sementara itu, citah jantan sering membentuk kelompok kecil yang dikenal sebagai koalisi, biasanya bersama saudara kandung atau jantan lain. Kelompok ini membantu mereka mempertahankan wilayah dan terkadang berburu secara bersama-sama.
Nah, di balik statusnya sebagai
hewan darat tercepat, citah ternyata menyimpan banyak keunikan yang membuatnya berbeda dari kucing besar lainnya. Sayangnya, keberadaan satwa ini terus terancam akibat berbagai tekanan lingkungan. Karena itu, upaya konservasi menjadi penting agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan langsung kehebatan sang pelari tercepat dari Afrika ini.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)