Tema Waisak 2026 Tekankan Moralitas dan Kebijaksanaan dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

21 May 2026 13:43

Peringatan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era atau Waisak 2026 akan dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, pada 31 Mei 2026. Tahun ini, Waisak mengusung tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia. 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Kemenag), Supriyadi, mengatakan tema Waisak tahun ini menekankan pentingnya moralitas dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Menurutnya, nilai moral dan kebijaksanaan diperlukan untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat persatuan bangsa, di tengah disrupsi teknologi, dinamika sosial ekonomi, dan pengaruh geopolitik global, 

“Jika moralitas menjadi panduan perilaku masyarakat dan kebijaksanaan menjadi penunjuk arah dalam perumusan kebijakan, maka kebijakan yang dibuat akan berorientasi pada kemaslahatan publik. Artinya bahwa kalau keduanya digabungkan, maka tentu akan bisa merawat kebersamaan kita, merawat Indonesia,” ujar Supriyadi dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 21 Mei 2026. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal WALUBI, Bhante Kamsai Sumano Mahathera, menegaskan pentingnya penerapan cinta kasih dan penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat menjaga hubungan antarmanusia dan alam dengan menghindari perbuatan buruk serta memperkuat kepedulian sosial.

“Yang kita sangat butuhkan itu laksanakan Metta, cinta kasih, kasih sayang ke semua makhluk,” kata Bhante Kamsai.

Wakil Ketua Panitia Waisak 2570 BE/2026, Karuna Murdaya, menyebut persiapan rangkaian Waisak berjalan lancar. Sejumlah kegiatan sosial telah digelar sejak awal Mei, termasuk karya bakti membersihkan taman makam pahlawan di seluruh Indonesia.


Panitia juga akan menggelar bakti sosial kesehatan gratis di kawasan Borobudur, dengan target melayani 10 ribu pasien. Layanan yang disediakan mencakup operasi katarak, bedah minor, pemeriksaan gigi, layanan ibu hamil, hingga skrining tuberkulosis atau TBC.

“Kami siapkan lebih dari 330 dokter dan seluruh fasilitasnya gratis untuk umum,” ujar Karuna.

Rangkaian Waisak juga meliputi pengambilan api suci dari Mrapen, Grobogan pada 29 Mei serta pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei. Prosesi utama Waisak akan dimulai pada 31 Mei sejak pagi hari dengan detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44 WIB.

Pada malam harinya, panitia kembali menggelar pelepasan lampion yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan masyarakat. Pelepasan lampion dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 18.30 WIB dan 21.30 WIB.

Panitia memperkirakan sekitar 300 ribu pengunjung akan memadati kawasan Yogyakarta hingga Magelang selama perayaan Waisak 2026. Sementara itu, kawasan Borobudur diperkirakan menerima hampir 100 ribu pengunjung.

Karuna mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti prosesi Waisak dan pelepasan lampion datang lebih awal guna menghindari kemacetan dan kepadatan kendaraan di sekitar Borobudur.

Selain itu, pemerintah memastikan seluruh rangkaian Waisak di berbagai daerah dapat berjalan aman dan lancar. Kementerian Agama bersama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait terus melakukan koordinasi demi mendukung pelaksanaan Waisak sekaligus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)