30 October 2026 19:13
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menduga sebagian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diekspor Indonesia ke Singapura dijual kembali ke negara lain. Ia menilai tidak seluruh pasokan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik Singapura.
Bahlil menyebut Indonesia telah mengirimkan 148 kargo LNG ke Singapura. Namun, ia meyakini sebagian pasokan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan atau trading sebelum diekspor kembali ke negara lain.
“Keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka,” kata Bahlil dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 30 Oktober 2026.
Di sisi lain, Bahlil memastikan kebijakan pemangkasan sebagian ekspor gas Indonesia ke Singapura tidak melanggar kontrak yang telah disepakati kedua negara.
Baca Juga :
Ia menjelaskan, dari total kontrak ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura sebesar 409,55 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), pemerintah hanya mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD.
“Yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 MM dari total 409 MM dari kontrak yang ada. Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak, karena ada batas minimum. Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi enggak ada masalah,” ujar Bahlil.
Pemerintah kini berupaya menata ulang ekspor gas agar pemanfaatan pasokan energi nasional lebih optimal. Kebijakan tersebut dilakukan di tengah kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.