Tangerang: Pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi salah satu langkah untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mengenali potensi gangguan kesehatan. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pemerintah Kota Tangerang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan melalui puskesmas di wilayah masing-masing.
Pelaksanaan program ini dijadwalkan oleh puskesmas bersama jajaran kesehatan setempat. Salah satunya berlangsung di lingkungan RT 04/04, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hari ini, dengan kuota pemeriksaan sebanyak 100 warga.
Lurah Poris Plawad Indah, Akmal Hambali, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan akses pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
"Jadi cek kesehatan gratis ini meliputi kegiatan screening kesehatan dimana masyarakat kami mendapatkan cek kesehatan oleh puskesmas dan dinas kesehatan Kota Tangerang," kata Akmal Hambali di Tangerang, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, warga mengikuti pemeriksaan menggunakan sistem nomor antrean. Petugas puskesmas setempat turut mendampingi proses pemeriksaan yang dimulai sejak pagi hari.
Tahapan pemeriksaan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan fisik, serta pengecekan tekanan darah, hingga rontgen organ tubuh. Warga yang menunjukkan gejala atau keluhan tertentu dapat menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
"Adapun kegiatannya meliputi nanti di cek Kesehatan, cek tinggi badan, berat badan, selanjutnya juga ada pemeriksaan fisik, tensinya," jelas Hambali.
Untuk warga yang mengalami keluhan batuk atau dicurigai memiliki gangguan kesehatan tertentu, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan berdasarkan indikasi petugas. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, warga akan diarahkan ke puskesmas.
"Selanjutnya ketika dicurigakan mempunyai penyakit keluhan batuk, ada rontgen juga, ada cek dahak, dimana nanti setelah dilakukan pemeriksaan ketika ditemukan penyakit yang lanjutan untuk tindak lanjutnya dirujuk ke puskesmas oleh petugas Kesehatan," ungkap Hambali.
Menurut Hambali, peserta pemeriksaan tidak hanya berasal dari warga yang datang secara mandiri. Petugas kesehatan juga mengundang masyarakat yang sebelumnya telah teridentifikasi membutuhkan pemeriksaan atau pemantauan lanjutan.
"Jadi pada saat ini kebetulan kuota 100 pasien, yang paling utama biasanya yang sudah dideteksi oleh petugas kesehatan diundang datang.
Biasanya ada kontak dengan sebelumnya ada penyakit yang memang sudah diobati seperti TBC, itu akan diundang untuk datang kesini di cek kesehatannya atau memang ada juga pasien yang diidentifikasi oleh petugas kesehatan pada saat dilakukan pemeriksaan ke puskesmas, dijadwalkan di kita ada CKG, diundang datang kesini," ujar Hambali.
Melalui pemeriksaan yang terjadwal, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan kesehatan dasar dan mengetahui kondisi tubuhnya. Deteksi dini juga dapat membantu tenaga kesehatan menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan tambahan atau penanganan lebih lanjut.