Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono saat meninjau pelaksanaan CKG bagi peserta didik di SMP Negeri 202 Jakarta. Foto: Dok. Kemenko PMK.
Menko Sugiono Optimistis Target 130 Juta Penerima CKG Tercapai
Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 17:41
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono optimistis target 130 juta penerima layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan tercapai. Hal ini menyusul realisasi yang telah menyentuh angka lebih dari 106 juta jiwa secara nasional.
“Pencapaian yang sudah menyentuh angka lebih dari 106 juta jiwa ini menunjukkan sistem yang kita jalankan berjalan efektif. Melalui peninjauan langsung di lapangan, kita ingin memastikan kualitas layanan sekaligus merumuskan solusi cepat jika ada kendala,” tegas Sugiono saat meninjau pelaksanaan CKG bagi peserta didik di SMP Negeri 202 Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Baca Juga :
DKI Catat 58 Kasus DBD pada Oktober 2026
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan operasional layanan berjalan optimal di tingkat akar rumput. Program CKG sendiri merupakan bagian dari agenda transformasi besar Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan yang telah dieksekusi secara masif.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, layanan ini sukses menjangkau 106,3 juta jiwa atau mencapai 81,84 persen dari total target 130 juta penduduk pada tahun ini. Cakupan sasaran tersebut meliputi 9 juta anak-anak, 27,2 juta usia sekolah, 57,2 juta usia dewasa, dan 12,8 juta lansia.
Dalam tinjauannya, Sugiono memastikan instrumen pemeriksaan berjalan secara komprehensif. Pengecekan bagi para siswa mencakup tekanan darah, gula darah, penglihatan, pendengaran, hingga konsultasi kejiwaan (psikiater). CKG Sekolah juga terintegrasi Skrining Anemia khusus siswi kelas sembilan, sementara skrining tuberkulosis (TB) dilakukan melalui penjaringan awal dan tracing kontak erat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono saat meninjau pelaksanaan CKG bagi peserta didik di SMP Negeri 202 Jakarta. Foto: Dok. Kemenko PMK.
Di samping itu, intervensi spesifik diberikan melalui tes kebugaran bagi siswa kelas tujuh serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi siswi kelas tujuh guna mencegah risiko anemia sejak dini.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Pendekatan deteksi dini ini adalah cara paling efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Jika masyarakat sehat, khususnya anak-anak kita sehat sedari dini, maka upaya kita mencetak manusia Indonesia unggul pasti akan berhasil,” kata Sugiono.
Melalui pemantauan berbasis data di lapangan ini, pemerintah pusat memastikan tindakan langsung pada ketepatan eksekusi program prioritas. Sehingga, perlindungan kesehatan berdampak nyata bagi masyarakat.