Warga dan Pedagang di Gandaria Utara Fasih Bahasa Inggris Lewat Program 'RT Inggris'

27 October 2026 14:39

Pemandangan tak biasa terlihat di sudut permukiman padat RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Alih-alih menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia santai, interaksi antara pedagang kuliner gerobakan dan para pembelinya kerap terdengar fasih menggunakan bahasa Inggris.

Keunikan ini lahir berkat hadirnya program inovatif bertajuk 'RT Inggris' (ER TE English). Program belajar bahasa Inggris gratis berbasis rukun tetangga ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, kaum ibu, hingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Salah seorang pedagang burger dan kebab, Toni, mengaku kini mulai terbiasa menyapa dan melayani pelanggan dengan istilah-istilah bahasa Inggris sederhana.

"Awalnya diajarkan oleh coach agar kita berani dulu, keluarin saja apa yang ada di kepala, jangan takut salah. Sekarang selain bisa bahasa Inggris, kita jadi punya keberanian dan kepercayaan diri untuk speak up," kata Toni dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026.

Dari Pengelolaan Lingkungan ke Peningkatan SDM


Penggagas program 'RT Inggris' yang juga Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori atau akrab disapa Pak Ibas, menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai inovasi lingkungan yang sebelumnya telah sukses diterapkan, seperti sistem keamanan terpadu dan bank sampah mandiri.
 

Kini, fokus warga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menariknya, viralnya kebiasaan berbahasa Inggris para pedagang di lingkungan RT tersebut justru mendongkrak omzet penjualan UMKM lokal.

"Dengan semakin viralnya para pedagang ini, perekonomian warga di sini makin bertambah, khususnya bagi para pelaku UMKM. Banyak pembeli dari luar yang penasaran dan datang langsung ke RT Inggris ini. Dalam waktu tiga bulan berjalan, perkembangannya sangat positif," ucap Ibas.

Ibas menambahkan, pihak kepengurusan RT berencana meresmikan dan membuka kelas ini secara lebih luas bagi masyarakat di luar lingkungannya.

Metode 'Joyful Learning' dan Praktik Jual-Beli Langsung


Agar warga tidak merasa terbebani atau malu saat belajar, para pengajar menerapkan metode joyful learning (belajar yang menyenangkan). Materi yang diberikan disesuaikan langsung dengan kebutuhan sehari-hari, khususnya kosakata transaksi jual-beli (selling-buying).

Salah seorang tutor di RT Inggris, Azwan, menjelaskan bahwa para pengajar tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga aktif berkeliling menyapa warga dari pagi hingga malam. Para pengajar sengaja berbelanja ke lapak pedagang pecel, ketoprak, hingga burger untuk memancing percakapan langsung.

"Awalnya kami berikan kertas contekan untuk ekspresi dasar, seperti salam sapa (greeting), menanyakan pesanan, hingga menyebut nominal harga dalam bahasa Inggris (ten thousand, twenty thousand). Setelah didatangi berkali-kali untuk praktik langsung, lama-kelamaan contekan itu tidak dipakai lagi karena sudah hafal di luar kepala," jelas Azwan.

Program belajar gratis yang digelar setiap Senin hingga Jumat ini membuktikan bahwa penguasaan bahasa internasional tidak harus mahal dan eksklusif. Bermula dari sebuah gang di permukiman warga, program 'RT Inggris' sukses membuka jendela wawasan, mendobrak rasa minder, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X