Guru Besar Unnes Ungkap Kejanggalan Undangan Dewan Ketahanan Nasional

29 February 2024 14:40

Sejumlah guru besar di Universitas Negeri Semarang yang sempat menyampaikan seruan moral soal kondisi demokrasi diundang kegiatan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Namun para guru besar berhalangan hadir dalam acara tersebut, hanya rektor-rektor di Jawa Tengah yang hadir.

Selain itu, Guru Besar Antropologi FISIP Unnes, Prof Tri Marhaeni Pudji Astuti mengatakan jika undangan tersebut sedikit janggal karena tidak adanya nomor dan tidak ada penjelasan acara selama 4 hari tersebut.

"Kami juga merasa janggal karena ini tidak ada TOR-nya (Term of Reference), tidak ada kegiatannya apa, acaranya seperti apa, kami harus meninggalkan kampus 4 hari, itu yang menyebabkan kami mempertimbangkan bahwa ini belum jelas undangannya," jelas Tri.

Sebelumnya demo dan aksi keprihatinan para guru besar di Universitas Negeri Semarang pada 7 Februari 2024 mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar aparat negara tidak menyalahgunakan kekuasaannya untuk Pemilu. 

Para guru besar Unnes saat itu lantang menyuarakan keprihatinannya pada keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
 

Baca Juga:

Puting Beliung Politik


Usai Pemilu, mendadak para guru besar yang menyuarakan kritikannya mendapatkan undangan dari Dewan Ketahanan Nasional, untuk menghadiri acara penanganan potensi risiko pasca pemungutan suara, dalam rangka stabilitas nasional. 

Agenda tersebut dirasa janggal oleh para guru besar, karena undangan langsung menyebut nama satu per satu para guru besar, bukan melalui institusi universitas. 

Beberapa guru besar menolak hadir. Ketika dicek di lokasi acara, yang hadir dari kalangan akademisi hanya para rektor. Rektor yang hadir adalah, Rektor Undip Semarang dan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang. 

Acara tersebut berlangsung tertutup. Bahkan, ketika wartawan berupaya mewawancarai Rektor Undip Yos Johan Utama, salah seorang staf Wantannas yang menghalangi dan menutupi kamera wartawan.

Sementara itu ditemui terpisah, Menko Polhukam yang baru dilantik, Hadi Tjahjanto mengaku tidak tahu Dewan Ketahanan Nasional mengundang sejumlah guru besar di Semarang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)