Kabupaten Sidrap Raih Penghargaan Top Regency in Food Estate Resilience di NGA 2026

30 April 2026 11:13

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, kembali memperkuat posisinya sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional. Dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV, Sidrap berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Top Regency in Food Estate Resilience.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 24 April 2026. Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi dan inovasi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mengelola sektor pangan, khususnya sebagai produsen beras dan telur terbesar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Rata-rata Keberhasilan Sidrap bukan sekadar predikat. Data terbaru menunjukkan performa ekonomi yang sangat impresif, di mana pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen. Angka pertumbuhan yang stabil ini didorong oleh dominasi sektor pertanian dan peternakan ayam petelur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, yang hadir menerima penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya dalam satu tahun terakhir benar-benar serius mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan. 

"Dalam satu tahun terakhir, kami betul-betul serius mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan. Ini adalah wujud apresiasi bagi para pemimpin daerah yang benar-benar bekerja untuk rakyat," ujar Andi, dikutip dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis 30 April 2026. 

Kekuatan ekonomi rural Sidrap juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang mencapai lebih dari Rp65 juta. Capaian ini menunjukkan bahwa produktivitas di tingkat desa sangat kuat dan mampu menopang ekonomi wilayah secara berkelanjutan.



Inovasi Tanam Panen Hilirisasi, salah satu kunci sukses Sidrap adalah keberhasilan mengintegrasikan sektor pertanian padi dengan peternakan unggas ke dalam satu ekosistem yang terpadu. Pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi telah melangkah jauh ke tahap industri.

"Kita hanya mempunyai lahan sekitar 52.000 hektar tetapi dengan konsep yang kami terapkan Bapak Bupati terapkan saat ini dengan tagline tanam panen hilirisasi. Jadi ya di pusat kalau gaung hilirisasi itu kami di Sidrap sudah lebih dulu mewujudkan itu. Kami tidak hanya sekedar mengolah padi kami tidak hanya sekedar menanam panen tetapi industri sudah ada di daerah kami," kata Andi. 

Komitmen Anggaran dan Infrastruktur Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menunjukkan komitmen nyata melalui alokasi anggaran. Pada tahun 2025, APBD Sidrap mencapai Rp1,26 triliun, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur irigasi teknis, jalan usaha tani, serta penguatan klaster peternakan unggas.

Langkah strategis ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para petani dan peternak di daerah. Dengan ekosistem yang saling terhubung dari produksi hingga distribusi, Kabupaten Sidrap kini menjadi model nasional dalam ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)