Rayakan Hari Kartini, NasDem Kenang Perjuangan Roehana Koeddoes

29 April 2026 14:08

Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem bersama Akademi Perempuan NasDem menggelar diskusi film dokumenter berjudul Cahaya dari Minang. Acara yang berlangsung di NasDem Tower ini menyoroti sosok pahlawan nasional Roehana Koeddoes, pelopor pendiri media perempuan pertama di Indonesia.

Seluruh sesi diskusi dipandu langsung oleh Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni, selaku moderator. Diskusi menghadirkan narasumber kompeten,  di antaranya Guru Besar Sejarah FIB Universitas Andalas Yenny Narni, Pemimpin Umum Project Multatuli Evi Mariani, serta penulis buku riwayat hidup Roehana Koeddoes Hasril Chaniago.

Meski sosok Roehana Koeddoes mungkin belum sepopuler Kartini di mata publik, kontribusinya bagi kemajuan bangsa sangat fundamental. Terutama dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan melalui pendirian Kerajinan Amai Setia di Agam, Sumatra Barat.

Roehana Koeddoes menggeliatkan kemandirian ekonomi dengan mendirikan Kerajinan Amai Setia di Agam. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan pentingnya mengimplementasikan pemikiran besar Roehana Koeddoes di masa kini.

"Pertanyaan bagi kita semua, bagaimana kita kemudian menjadikan ini sebagai satu semangat, sebuah modal sebetulnya untuk melihat dan pada akhirnya bisa mengimplementasikan pikiran-pikiran besarnya, termasuk juga pikiran-pikiran besar banyak para pejuang-pejuang perempuan," ujar Lestari dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 29 April 2026. 
 


Bagi Roehana, esensi dari pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual semata. Roehana mengajarkan bahwa pendidikan sejati adalah membangun kesadaran, bukan sekadar sebuah kepintaran saja. Ia juga mengagumi daya juang Roehana yang mampu melahirkan gagasan-gagasan visioner di tengah himpitan kolonialisme. 

"Lagi-lagi saya ingin mengingatkan kepada kita semua, di tengah keterbatasan dan di tengah sistem yang sama sekali tidak berpihak pada masa itu, beliau mampu membangun gagasan-gagasan besar," tambahnya.

Melalui diskusi ini, Lestari berharap semangat Roehana Koeddoes menjadi modal dan inspirasi bagi generasi sekarang. Perjuangan untuk memerdekakan pikiran-pikiran kemanusiaan harus terus berlanjut, baik oleh mereka yang namanya tercatat dalam buku sejarah sebagai pahlawan, maupun mereka yang berjuang secara tulus dalam senyap demi martabat bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)