Perjalanan Mengajar Bu Guru Ela Pulang Pergi Naik KRL Cikarang-Pulogebang Berakhir Tadi Malam

SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Metro TV

Perjalanan Mengajar Bu Guru Ela Pulang Pergi Naik KRL Cikarang-Pulogebang Berakhir Tadi Malam

28 April 2026 11:52

Bekasi: Murid-murid SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur, dipulangkan lebih cepat dari sekolah untuk melayat guru mereka yang menjadi korban kecelakaan maut KRL dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Para murid melayat bersama orang tua dan guru lainnya.

Salah satu korban kecelakaan kereta yang meninggal dunia adalah Nurlaila guru SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Nurlaila adalah pengguna setia moda transportasi KRL Commuter Line. Moda ini jadi pilihan terbaik mengantarkan aktivitas mengajarnya dari rumahnya di daerah Cikarang menuju wilayah Pulogebang, Jakarta Timur.

Hari ini, seluruh siswa-siswinya dipulangkan lebih cepat karena seluruh pihak sekolah berangkat melayat ke rumah duka. Berita meninggalnya Bu Guru Ela sapaan karib anak didiknya meninggalkan duka yang mendalam. 

Salah satu siswa mengaku sangat mengenali korban. Korban merupakan sosok guru yang baik dan sabar. Setiap mengajar, ia tidak pernah berbicara dengan nada yang tinggi.

"Dapat kabar dari Mamah, Bu Ela sudah enggak ada," kata Tania salah satu siswi, Selasa, 28 April 2026.

Begitu pula pihak komite sekolah yang bersiap-siap akan berangkat melayat ke rumah duka mengenang korban sebagai guru yang baik. Nurlaila sendiri adalah guru SDN Pulo Gebang 11 yang telah mengajar cukup lama dan tinggal di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
 


Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan data terbaru terkait kecelakaan Commuter Line yang ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan laporan yang terhimpun hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 08.45 WIB, tercatat belasan orang meninggal dunia.

"Tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Bobby Rasyidin di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Bobby menambahkan, sementara untuk korban luka sebanyak 84 orang. Mereka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Penanganan terhadap para korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Bekasi Barat. (Indra Subekti)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)